PEMERINTAHAN

Yasonna Laoly: Poin Penting RUU KUHP Perlu Disosialisasikan

MONITOR, Jakarta – Pekan lalu, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Hamonangan Laoly menerima tim perancang RUU KUHP. Mereka melaporkan hasil sosialisasi RUU KUHP yang masih mendapat pertentangan.

Dijelaskan Yasonna, masih ada perbedaan pendapat tentang 14 poin yang menjadi kontroversi di RUU KUHP. Atas instruksi Presiden, menurut Yasonna, perlu dilakukan sosialisasi ke seluruh daerah dan kpd berbagai stakeholders.

“Dari masukan berbagai stakeholders dan ahli, beberapa pasal dari RUU KUHP dihapus, ada yang materinya cukup diatur di Perda, dan beberapa pasal direformulasi dan diberi penjelasan untuk tidak menimbulkan multi tafsir,” tutur Yasonna Laoly.

Ia berharap RUU KUHP dapat disahkan dalam waktu dekat untuk menggantikan KUHP produk Belanda. Di Belanda sendiri, kata Yasonna, Wetboek van Strafrecht yang diberlakukan secara konkordansi di Indonesia itu sudah banyak mengalami perubahan.

“Wetboek van Strafrecht voor Nederlandsch Indie (WvSNI) diberlakukan di Indonesia sejak 1 Januari 1918. WvSNI adalah turunan dari WvS Belanda yang dibuat Tahun 1881. Kalau dilihat dari waktu tersebut, KUHP yang saat ini kita gunakan sudah sangat usang,” terangnya.

Adapun keinginan untuk mengganti KUHP tersebut sudah dimulai sejak tahun 1963, dan baru mulai dirancang Tahun 1970. Yasonna menjabarkan, wacana ini pernah diajukan ke DPR pada periode kedua Pemerintahan SBY, namun gagal.

“Diajukan kembali pada periode pertama Pemerintahan Joko Widodo, sudah disepakati pada Pembicaraan Tingkat I, gagal disahkan pada Rapat Paripurna. Mudah-mudahan kita dapat selesaikan pada pemerintahan sekarang ini. Semoga!” tandasnya.

Recent Posts

Lagi, Dosen UIN Jakarta Suami-Istri Raih Jabatan Guru Besar

MONITOR, Tangerang Selatan - Bertambahnya jumlah guru besar di lingkungan Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif…

8 jam yang lalu

Kemenhaj Perkuat Tata Kelola ASN Berbasis Digital

MONITOR, Bogor - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI resmi meluncurkan Sistem Informasi Kepegawaian (SIMPEG)…

13 jam yang lalu

Menaker: Data Sensus Ekonomi 2026 Perkuat Penyusunan Kebijakan Ketenagakerjaan

MONITOR, Bekasi – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan bahwa data Sensus Ekonomi (SE) 2026 akan…

14 jam yang lalu

Babinsa Dikerahkan Awasi Kepatuhan Pajak, Legislator: Apa Alasan Kebutuhannya?

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin menyoroti kebijakan pelibatan TNI dalam…

14 jam yang lalu

Kemenag Bakal Terapkan Manajemen Talenta bagi Seluruh ASN

MONITOR, Jakarta - Kementerian Agama menerapkan manajemen talenta sebagai fondasi sistem merit yang lebih transparan,…

14 jam yang lalu

Target Capai Pertumbuhan Ekonomi, Marwan Jafar PKB dorong Sinergi BI, Pemerintah dan KSSK

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Marwan Jafar,…

18 jam yang lalu