Anggota Komisi IX DPR RI Arzeti Bilbina
MONITOR, Jakarta – Ancaman resesi di tahun 2023 harus disikapi secara serius. Anggota Komisi IX DPR RI Arzeti Bilbina menilai resesi ini dapat menjadi momok serius di berbagai sektor Tanah Air.
Untuk itu, Politikus PKB ini mendorong agar semua kementerian/lembaga dan stakeholder, khususnya dalam hal ini Kementerian Ketenagakerjaan bertanggung jawab bersama-sama.
Arzeti mengingatkan, resesi dapat menimbulkan dampak menakutkan bagi kalangan pekerja. Ia berharap gelombang resesi tidak menimbulkan dampak serius, terutama mempengaruhi pendapatan mereka.
“Kalau kita bicara resesi pada tahun 2023, ini merupakan ketakutan kita semua. Tentunya kita berharap bahwa pekerja tidak mengalami atau mendapatkan dampak dari resesi itu. Sehingga kemudian diharapkan Kemnaker sudah memikirkan bahwa pekerja kita yang produktif tentunya mereka mendapatkan penghasilan dan kehidupan yang layak,” ujar Arzeti ketika Rapat bersama Menteri Ketenagakerjaan, Rabu (9/11/2022).
Lebih lanjut, mantan model ini mempertanyakan kementerian yang dibawahi Ida Fauziyah untuk mengantisipasi ancaman resesi.
“Kalau kita melihat banyak pekerja produktif kita, kalau bicara mengenai antisipasi resesi, (ada imbauan) save money kita, tetapi masyarakat kita daya belinya cukup tinggi, artinya apakah tidak mempengaruhi resesi ini bagi pekerja kita atau seperti apa,” katanya seolah bertanya.
MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher menaruh perhatian serius terhadap…
MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi III DPR RI, Abdullah menyoroti penangkapan buronan internasional kasus tindak…
MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani menyoroti minimnya faktor keselamatan dan keamanan transportasi…
MONITOR, Jakarta - Akademisi, praktisi hukum, aktivis dan mantan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendorong…
MONITOR, Tangerang Selatan – Staf Ahli Menteri UMKM Bidang Hukum dan Kebijakan Publik, Reghi Perdana,…
MONITOR, Natuna - Potensi kelapa unggul asal Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, terus menarik minat pelaku…