Ketua Fraksi PKS DPR RI Jazuli Juwaini (dok: Indopolitica)
MONITOR, Jakarta – Polarisasi menjadi momok dalam setiap kontestasi politik nasional. Ketua Fraksi PKS DPR RI Jazuli Juwaini pun mewanti-wanti agar masyarakat tidak terlibat dalam upaya polarisasi dalam penyelenggaraan pesta demokrasi.
Berkaca dari Pilpres 2019 sebelumnya, masyarakat terkotak-kotakkan dengan dua kelompok yakni Kadrun dan Cebong. Jazuli menyebut munculnya dua idiom kelompok itu sangat merusak perhelatan demokrasi nasional.
“Jangan memulai polarisasi dengan sebutan atau idiom yang provokatif semacam nasdrun. Dulu sebutan kadrun juga disematkan pihak lain, terutama para buzzer politik, sehingga menimbulkan polarisasi yang sangat merugikan bangsa ini,” ucap Jazuli tegas, Selasa (11/10/2022).
Jazuli yang merupakan Anggota Komisi I DPR ini juga mengingatkan, seyogyanya para elit politik turut memberikan contoh yang baik sehingga membawa perdebatan yang tidak produktif dalam berdemokrasi.
“Perbedaan pilihan dalam demokrasi itu biasa saja. Apalagi kita masyarakat majemuk. Maka harus disikapi secara dewasa jangan munculkan narasi yang pecah belah karena kita sudah sepakat menghargai Kebhinekaan,” ujarnya mengingatkan.
MONITOR, Jakarta — Tiga kementerian mencakup Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM), Kementerian Usaha…
MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin menyoroti rencana Indonesia menerima hibah…
MONITOR, Jakarta - Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang stabil di kisaran lima persen dinilai belum mencerminkan…
MONITOR, Jakarta - Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang konsisten berada di kisaran lima persen dalam beberapa…
MONITOR, Bekasi — Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menyampaikan hingga 4 Mei 2026, sebanyak sembilan dari…
MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk kembali menunjukkan komitmennya terhadap keberlanjutan lingkungan dengan…