Minggu, 27 November, 2022

Mahfud MD: Tragedi Kanjuruhan itu Bukan Bentrok Antar Supporter

MONITOR, Jakarta – Insiden tewasnya 129 massa supporter klub sepakbola Arema FC menjadi duka mendalam bagi sepakbola Tanah Air. Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud MD, menyampaikan belasungkawa atas peristiwa kelam itu.

Mahfud berharap agar keluarga korban bersabar dan menunggu informasi dari petugas setempat.

“Kepada keluarga korban, kami menyampaikan belasungkawa. Kami juga berharap agar keluarga korban bersabar dan terus berkordinasi dgn aparat dan petugas pemerintah di lapangan. Pemda Kabupaten Malang akan menanggung biaya rumah sakit bagi para korban,” ujar Mahfud MD dalam keterangannya, Minggu (2/9/2022).

Menyinggung dibalik tragedi tersebut, Mahfud menjelaskan sejak sebelum pertandingan pihak aparat sudah mengantisipasi melalui koordinasi dan usul-usul teknis di lapangan.

- Advertisement -

“Misal, pertandingan agar dilaksanakan sore (bukan malam), jumlah penonton agar disesuaikan dengan kapasitas stadion yakni 38.000 orang. Tapi usul-usul itu tidak dilakukan oleh Panitia Pelaksana yang tampak sangat bersemangat. Pertandingan tetap dilangsungkan malam, dan ticket yang dicetak jumlahnya 42.000,” terang Mahfud MD>

Mahfud pun menegaskan, tragedi korban tewas itu murni terjadi karena para korban berdesak-desakan, saling himpit, dan terinjak-injak, serta sesak nafas. Ia menegaskan, tidak ada korban pemukulan atau penganiayaan antar supporter.

“Perlu saya tegaskan bahwa tragedi Kanjuruhan itu bukan bentrok antar supporter Persebaya dengan Arema. Sebab pada pertandingan itu supporter Persebaya tidak boleh ikut menonton. Supporter di lapangan hanya dari pihak Arema,” ucapnya tegas.

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

TERPOPULER