Rabu, 19 Juni, 2024

Wartawan Dianiaya dan Dicekoki Air Kencing, Polisi Didesak Usut Tuntas

MONITOR, Bandung – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Jawa Barat (Jabar) mengutuk keras tindak kekerasan terhadap dua orang wartawan di Kabupaten Karawang. Karena itu PWI Jabar mendesak kepolisian mengusut tuntas peristiwa itu dan menangkap para terduga pelaku penganiayaan.

Ketua PWI Jabar Hilman Hidayat menyatakan keprihatinannya yang mendalam atas peristiwa tersebut. Menurutnya, di era keterbukaan informasi seperti saat ini tindakan kekerasan adalah sebagai tindakan biadab.

Maka, Hilman berharap jika terjadi ketidaksetujuan atas pemberitaan di media sebaiknya diselesaikan melalui saluran yang sudah ditetapkan dalam Undang undang nomor 40/1999 dan peraturan turunanya.

“Saluran untuk menyatakan ketidaksetujuan itu sudah diatur oleh peraturan Dewan Pers. Pasti Dewan Pers akan memfasilitasi dan memediasi sehingga peristiwa delik pers bisa diselesaikan secar baik dan beradab,” kata Hilman, dalam siaran persnya yang diterima MONITOR, Selasa (20/09/2022).

- Advertisement -

Untuk diketahui dua orang wartawan di Kabupaten Karawang yakni Gusti Sevtian Gumilar dan Zaenal Mustofa diduga menjadi korban penyekapan dan penganiayaan oleh sejumlah orang. Kedua korban sudah membuat laporan polisi di Polres Karawang.

Didampingi kuasa hukum dan puluhan wartawan Gusti dan Zaenal melapor ke Polres Karawang. Laporan tersebut teregistrasi dengan Nomor: STTLP/174/IX/2022/SPKT.RESKRIM/POLRES KARAWANG/POLDA JAWA BARAT, Senin 19 September 2022.

Berikut Rincian Kronologi Peristiwa

Usai launching Persika 1951, Gusti yang saat itu masih berada di Stadion Singaperbangsa Karawang dibawa oleh orang yang mengaku suruhan seorang pejabat Karawang berinisial A.

Gusti dibawa ke bekas kantor PSSI Karawang. Sesampainya di kantor tersebut, ruangan langsung ditutup, tidak ada yang masuk selain orang-orang dari yang mengaku suruhan pejabat berinisial A dan korban.

Dilaporkan Gusti, alat kerjanya seperti gadget, hand phone korban dirampas. Selang waktu beberapa saat setelah korban di bawa ke ruangan tersebut, korban pun mulai mendapat penganiayaan berupa pukulan dari sejumlah orang yang berada di ruangan itu.

Bahkan menurutnya, oknum pejabat A hadir di ruangan itu dan mencekokinya dengan air kencing sebanyak tiga kali. Selain itu, ia pun mendapat hantaman di bagian kepala dan tinjuan di beberapa bagian tubuhnya.

Gusti juga mendapat ancaman, jika persoalan tersebut berlanjut dan melapor, keluarganya akan dihabisi. Gusti dapat ke luar dari ruangan itu setelah dijemput oleh salah seorang keluarganya yang mengetahui dirinya ada di ruang itu.

Berbeda dengan Gusti, korban lainnya Zainal. Dia mengku dijemput dari rumahnya sekira pukul 04.00, Minggu. Setelah berada di dalam mobil, dirinya mendapatkan penyiksaan dari para penjemput. Karena penyiksaan itu dirinya mengalami luka sobek di bagian kepala.

Berdasar kronologi dugaan penyekapan dan penganiayaan yang seperti dilaporkan ke pihak kepolisian di Karawang tersebut, PWI Jabar menyatakan menolak segala bentuk kekerasan terhadap wartawan.

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

TERPOPULER