PERTANIAN

Kementan Kenalkan Bahan Alami Biosaka di Kawasan Food Estate Sumba Tengah

MONITOR, Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) terus mensosialisasikan penggunaan bahan-bahan alami dalam budidaya pertanian guna memacu pertumbuhan tanaman dan produksi. Kita sering mendengar dan menyaksikan di berbagai platform media sosial tentang keberhasilan petani di Blitar menggunakan cairan bahan alami biosaka. Menurut Prof Dr. Robert Manurung Dosen ITB menyatakan bahwa biosaka adalah elicitor, dimana elicitor ini dapat merangsang sel-sel pada tanaman sehingga dapat tumbuh dengan baik.

Para petani di di Kecamatan Mamboro Kabupaten Sumba Tengah yang merupakan bagian dari kawasan food estate. ikut tertarik untuk mencoba teknologi mudah dan murah ini, terkait itu Beberapa waktu lalu Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Tanaman Pangan melakukan Bimtek pembuatan bahan alami Biosaka yang di harapkan nantinya dapat di aplikasikan sendiri oleh petani.

Suharyanto Koordinator Informasi dan Jaringan Laboratorium Balai Besar PPMBTPH menjelaskan Bahan alami biosaka ini merupakan ekstrak hasil remasan berbagai macam tanaman sehat yang tumbuh di sekitar areal pertanaman yang sudah pasti mampu beradaptasi dengan baik dengan lingkungan sekitarnya.

“pemanfaatan bahan alami biosaka terdapat tiga tahap penting yang harus diperhatikan, pertama pemilihan bahan yang tepat yaitu memanfaatkan berbagai macam dedaunan atau rerumputan yang kondisinya sehat, kedua proses pembuatan yaitu dengan meremas (tidak menghancurkan) dedaunan atau rerumputan di dalam air sampai tercampur secara homogen dan yang ketiga adalah aplikasi di lapangan dengan penyemprotan pada waktu dan cara yang tepat, seperti penyemprotan dengan pengabutan dan tidak disemprotkan secara langsung ke tanaman” jelas Suharyanto.

“Biosaka memiliki manfaat yang banyak yaitu dapat menekan biaya produksi, mengurangi hama penyakit sehingga hasil panen lebih bagus, tanah menjadi lebih subur, harga hasil panen menjadi bagus, dan membuat petani mendapat untung yang besar” tambah Suharyanto
Sementara itu Umbu Sina ketua kelompok tani Ngadu Somba yang merupakan salah satu peserta praktek mengatakan peserta sangat antusias dalam mengikuti praktek pembuatan bahan alami biosaka, lima orang peserta mempraktekkan peremasan biosaka bersama narasumber secara langsung.

“Ternyata tidak sulit membuat biosaka tetapi perlu kesabaran pada saat meremas, dari lima orang yang ikut praktek 2 orang yang berhasil membuat biosaka, kemudian dibagi ke peserta bimtek untuk diujicobakan di lahannya masing-masing” kata Umbu Sina

Terpisah Direktur Jenderal Tanaman Pangan Suwandi mengapresiasi semangat petani di Kecamatan Mamboro dalam mencoba inovasi baru. Suwandi menekankan bahwa biosaka tersebut adalah gratis yang di buat sendiri dari bahan alam dan tidak diperjualbelikan. Oleh karena itu, para petani diharapkan dapat memanfaatkan pelatihan tersebut sebaik mungkin agar kedepan dapat memetik hasil yang memuaskan.

“Barang ini hanya bisa di buat sendiri, gratis, bahannya dari alam dan kita gunakan untuk alam, jadi tidak diperjualbelikan dan tidak ada yang jual juga,” pungkas Suwandi.

“Disaat serba sulit, pupuk kimia mahal, memang kita perlu trobosan atau inovasi semacam ini tidak mengandalkan pupuk bersubsidi. Ini sesuai dengan arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo yang mengharapkan bahwa petani kita harus berinovasi dalam segala hal” tutup Suwandi

Recent Posts

Kemnaker Mulai Siapkan Peta Jalan Tata Kelola PRT

MONITOR, Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mulai menyiapkan peta jalan tata kelola Pekerja Rumah Tangga…

5 jam yang lalu

Kemenhaj Perketat Pengawasan Travel Umrah

MONITOR, Jakarta - Lonjakan kasus penipuan dan penggelapan dana perjalanan ibadah kembali menjadi sorotan serius seiring…

5 jam yang lalu

Kemenag Salurkan Rp65,2 Miliar Bantuan untuk Pemulihan Pesantren Terdampak Banjir Aceh

MONITOR, Jakarta - Kementerian Agama (Kemenag) telah menyalurkan bantuan senilai Rp65,2 miliar untuk mendukung pemulihan…

15 jam yang lalu

ICFA 2026: Rokhmin Dahuri dorong Transformasi Akuakultur Menuju Ekonomi Biru Berkelanjutan

MONITOR, MIRI, SARAWAK - Masa depan akuakultur global tidak cukup hanya diarahkan pada peningkatan produksi…

17 jam yang lalu

Komisi XI DPR Tagih Komitmen BI Dorong Lapangan Kerja dan Ekonomi Daerah

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Marwan…

17 jam yang lalu

50 Persen Travel Umrah Tak Aktif, Kemenhaj Rombak Aturan dan Digitalisasi Perizinan

MONITOR, Jakarta — Tata kelola penyelenggaraan ibadah umrah di Tanah Air mendesak untuk dibenahi secara menyeluruh…

19 jam yang lalu