Categories: PENDIDIKAN

Dirjen Pendis Harap Camaba Timteng Berwawasan Agama dan Cinta Tanah Air

MONITOR, Bandung – Kementerian Agama telah usai menyelenggarakan seleksi calon mahasiswa penerima beasiswa Maroko tahun 2022. Dalam rangka peningkatan layanan dalam seleksi mahasiswa timur tengah Kementerian Agama melalui Direktorat PTKI menyelenggarakan rapat evaluasi program beasiswa mahasiswa asing Timur Tengah di Bandung, (11-13/08/22).

Kegiatan ini dihadiri oleh para ketua unit Pusat Pengembangan Bahasa dan International Office seluruh PTKIN. 

Dalam sambutannya Dirjen Pendidikan Islam Prof. Dr. M. Ali Ramdhani meminta kepada seluruh mahasiswa yang akan diberangkatkan ke Timur Tengah adalah mereka yang betul-betul memiliki bekal bahasa yang cukup.

“Jangan sampai calon mahasiswa yang akan berangkat memiliki kemampuan bahasa yang kurang, ini akan menghambat proses belajar mereka disana”, pinta Ali Ramdhani.

“Kementerian Agama tidak melarang masyarakat untuk melanjutkan studi ke Timur Tengah namun pemerintah ingin memberikan jaminan kepada masyarakat yang akan belajar ke LN dapat berlangsung dengan baik”, jelasnya.  

Pada kesempatan yang sama Ali Ramdhani juga meminta agar mahasiswa luar negeri memiliki komitmen wawasan kebangsaan, cinta tanah air dan memiliki pemikiran yang moderat karena mereka sebagai duta bangsa.

Dihadapan para peserta Direktur PTKI, Prof. Suyitno menyampaikan bahwa pertemuan forum konsorsium ini sebagai wasilah untuk mewujudkan calon mahasiswa yang terdidik ke Timur Tengah.  

“Dalam konsep pengembangan mutu dan kualitas Pusat Bahasa memiliki peran penting dalam proses pengembangan pendidikan tinggi. Penting dan tidaknya pusat bahasa ini tergantung dari sejauh mana kita menunjukkan fungsi dan perannya pada lembaga masing-masing”, jelasnya.  

“Baru saja kita melaunching grand design pengembangan PTKI dengan salah satu milestonenya bahwa pada tahun 2045 PTKI akan menjadi destinasi pendidikan islam dunia” jelasnya.

“Untuk meningkatkan kualitas layanan PTKI Direkturat PTKI juga meminta bahwa layanan yang selama ini baru menyasar pada dosen kedepan harus memulai untuk menyasar kepada tenaga kependidikan”, pinta Suyitno. 

“Pertemuan konsorsium pusat pengembangan bahasa ini merupakan momentum untuk meningkatkan peran dan fungsi pada PTKIN. Pusat pengembangan bahasa harus mendapatkan porsi yang bagus agar cita-cita PTKIN untuk menjadi World Class University bisa tercapai”, jelas Kasubdit Kelembagaan dan Kerjasama Dr. Thobib Al-Asyhar, M.Si.

“Dari pertemuan ini saya berharap ada rekomendasi pengembangan PPB dan IO yang ditujukan kepada Dirjen Pendidikan Islam”, harapnya.

Recent Posts

Universitas Islam Depok dan Hartford International University USA Jalin Kemitraan Perkuat Dialog Antarumat dan Akademik

MONITOR, Jakarta - Dalam upaya memperkuat kerja sama akademik internasional dan pemahaman lintas budaya, Universitas…

19 jam yang lalu

Jasa Marga Salurkan Bantuan untuk Masyarakat Terdampak Gempa NTT

MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk menyalurkan bantuan bagi masyarakat terdampak gempa bumi…

2 hari yang lalu

Kemenhaj Mediasi Pengaduan Penundaan Keberangkatan dan Pengembalian Dana Jemaah

MONITOR, Jakarta — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI memfasilitasi mediasi antara mitra pemasaran selaku…

2 hari yang lalu

Bursa Wirausaha Unggulan Buka Akses UMKM Naik Kelas

MONITOR, Medan — Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (Kementerian UMKM) memperkuat ekosistem kewirausahaan melalui…

2 hari yang lalu

Jangan Sampai Indonesia Punya 97,5 Juta Hektare Kawasan Konservasi yang Hanya Hidup di Atas Peta

MONITOR, Jakarta - Ambisi Indonesia memperluas kawasan konservasi laut hingga 97,5 juta hektare pada 2045…

2 hari yang lalu

Siap-Siap! Kemnaker akan Buka Pendaftaran MagangHub Angkatan II Batch 2

MONITOR, Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) akan membuka pendaftaran peserta Program Pemagangan Nasional (MagangHub) Angkatan…

3 hari yang lalu