Ilustrasi beras
MONITOR, Jakarta – Deputi Bidang Statistik dan Produksi BPS, Habibullah, memastikan data terakhir stok beras nasional yang disurvei Kementerian Pertanian dan BPS merupakan data valid yang sudah melalui penghitungan cepat melalui metode kerangka sample area (KSA). BPS, kata Habibullah, mengapresiasi upaya tersebut karena bisa menjadi modal untuk meningkatkan produksi nasional.
“Apresiasi dari kami BPS tentunya Kementerian Pertanian yang selalu berkolaborasi untuk mewujudkan data beras nasional. Proses ini tentu dalam rangka mewujudkan satu data stok beras,” ujar Habibullah saat menyampaikan hasil Survei Cadangan Beras Nasional 2022 (SCBN 2022), Senin, 8 Agustus 2022.
Dalam prosesnya, kata dia, BPS melakukan penyusunan metodologi, kemudian pelatihan petugas lapangan, pengambilan sampel dan proses estimasi. Diharapkan, dengan proses tersebut kualitas data bisa terus dijaga demi kebijakan yang tepat sasaran.
“Salah satu latar belakang survei ini yaitu untuk mengetahui situasi ketahanan pangan, stabiliasasi pasokan dan harga pangan, baik ditingkat nasional maupun kewilayahan. Dan tujuannya untuk mengetahui kondisi dan ketersediaan cadangan beras pada tingkat nasional,” katanya.
Habibullah mengatakan, SCBN sendiri dirancang untuk menghasilkan estimasi pada level nasional dengan total sampel sebanyak 47.817. Angka ini tersebar di 34 provinsi dan 490 Kabupaten/Kota.
“Jadi, kalau dibagi institusinya dari jumlah sampel tersebut ada sampel rumah tangga dan non-rumah tangga. Dari rumah tangga konsumen itu 8.100 sampel dan rumah tangga produsen 6.000 sampel. Kemudian untuk non-rumah tangga yaitu penggilingan padi 6.000 sampel, perdagangan 11.076 sampel, industry 5.600 sampel, hotel, restoran, dan catering 11.041 sampel,” katanya.
Sebelumnya BPS menyenut cadangan Beras nasional mencapai 9,71 juta ton. Beras sebanyak itu sangat mencukupi untuk kebutuhan masyarakat Indonesia. Hanibullah mengatakan, stok beras pada bulan Juni 2022 sebagian besar berada di institusi rumah tangga yang mencapai 6,6 juta ton, kemudian di pedagang 1,04 juta ton, BULOG 1,11 juta ton, penggilingan 0,69 juta ton dan di Horeka maupun industri sebesar 0,28 juta ton.
“Secara umum, rata-rata stok beras di seluruh institusi cenderung mengalami peningkatan pada periode 30 April 2022 dibandingkan periode 31 Maret 2022,” jelasnya.
Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan, Suwandi mengatakan bahwa survei data ini menjadi penting untuk menentukan program penguatan produksi ke depan. Apalagi, Indoensia dan juga Negara-negara di dunia tengah menghadapi ancaman krisis global.
“Saya dan jajaran dinas dichallenge terus, dimana ada dua hal setelah 2019 sampai hari ini: tidak ada impor beras umum. Kemudian, produksi data BPS KSA selalu meningkat dari tahun ke tahun dan menunjukkan surplus. Tapi saya ditambah tugas lagi yang harus diwujudkan bareng-bareng yaitu produktivitas harus naik, bahkan supaya lebih tinggi lagi dari yang sekarang,” katanya.
Suwandi berharap, kolaborasi Kementan dan BPS dapat terus ditingkatkan untuk kepentingan bangsa yang lebih besar. Harapannya ini bisa dimanfaatkan bagi semua pihak dalam rangka mengambil keputusan dan mempunyai gambaran yang utuh tentang kondisi perberasan nasional.
“Dari sisi produksi sudah terlihat melalui data KSA, dari sisi konsumsi juga pendataannya sudah ada. Dari saat ini terlihat kondisi dan pesebarannya,” ucapnya.
Perlu diketahui, produksi beras nasional pada tahun 2019 mencapai 31,31 juta ton, meningkat di tahun 2020 menjadi 31,36 juta ton dan di tahun 2021 sebesar 31,33 juta ton. Disisi lain, ekspor pertanian dari tahun ke tahun juga mengalami kenaikan yang diikuti kenaikan NTP maupun NTUP.
MONITOR, Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mulai menyiapkan peta jalan tata kelola Pekerja Rumah Tangga…
MONITOR, Jakarta - Lonjakan kasus penipuan dan penggelapan dana perjalanan ibadah kembali menjadi sorotan serius seiring…
MONITOR, Jakarta - Kementerian Agama (Kemenag) telah menyalurkan bantuan senilai Rp65,2 miliar untuk mendukung pemulihan…
MONITOR, MIRI, SARAWAK - Masa depan akuakultur global tidak cukup hanya diarahkan pada peningkatan produksi…
MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Marwan…
MONITOR, Jakarta — Tata kelola penyelenggaraan ibadah umrah di Tanah Air mendesak untuk dibenahi secara menyeluruh…