Categories: JATENG-YOGYAKARTA

Ganjar Jadikan Patirtan Cabean Kunti Pusat Konservasi Mata Air

MONITOR, Boyolali – Setelah 12 tahun ditetapkan sebagai cagar budaya, Patirtan Cabean Kunti, di Desa Cabean Kunti, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali, diproyeksikan sebagai pusat konservasi sumber mata air.

Rencana itu didukung penuh oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, yang meminta seluruh daerah mencari sumber mata air yang pernah ada dan meniru langkah Cabean Kunti untuk mengonservasi atau menciptakan sumber mata air baru.

“Ini sebenarnya bagus, mata airnya bagus, hutan sekitarnya juga bagus, tetapi kurang rungkut (lebat). Maka kami siapkan penataan kawasan, karena ide dari desanya sudah bagus, untuk mengonservasi seluruh mata air yang masih ada. Nah sekarang tidak cukup yang masih ada, kita ciptakan mata air baru dengan cara mengonservasi dan menanam,” kata Ganjar.

Terkait penataan Patirtan Cabean Kunti, Ganjar meminta pemerintah desa untuk bekerja sama dengan kampus, pemerintah daerah, dan DPRD. Ia ingin semua pihak terlibat untuk bergotong royong menata kawasan tersebut. Selain konservasi dan memanfaatkan sumber mata air yang ada, diharapkan situs yang diperkirakan sudah ada sejak abad VIII-X Masehi itu menjadi destinasi wisata.

“Semuanya nyengkuyung agar ditata, termasuk ini bisa menjadi desa wisata karena situsnya bagus. Sehingga nanti ada sejarawan yang bisa menceritakan, bisa memanfaatkan air dengan baik, penataan kawasan baik, sehingga nanti orang akan datang ke sini juga akan menghormati. Mereka merawat dan menikmati,” jelas Ganjar.

Berdasarkan keterangan tertulis di tempat itu, Patirtan Cabean Kunti terdiri atas tujuh sendang. Ketujuh sendang itu adalah Sendang Jangkang, Sidotopo, Lerep atau Palerepan, Kunti Lanang, Panguripan, Kunti Wadon, dan Semboja. Oleh masyarakat sekitar, kawasan Patirtan Cabean Kunti juga disebut sebagai Sendang Pitu.

Temuan relief yang terdapat di Sendang Lerep diperkirakan merupakan tantri atau cerita binatang berisi ajaran moral agama Buddha. Berdasarkan relief itu, fungsi dari Patirtan Cabean Kunti sendiri sebagai bangunan suci. Diperkirakan dibangun oleh tokoh bangsawan yang mengasingkan diri atau petapa yang ingin mencapai moksa.

“Mudah-mudahan dalam jangka pendek penataannya akan segera dilakukan. Minimal desainnya dulu. Menanamnya segera dimulai, nanti soal fisiknya bisa sambil berjalan dan bertahap,” ungkap Ganjar.

Ganjar menambahkan, gerakan seperti yang dilakukan oleh masyarakat Desa Cabean Kunti bisa dicontoh oleh desa lainnya. Ia ingin setiap desa mencari sumber mata air yang pernah ada untuk dikonservasi. Untuk memperkuat gerakan tersebut, Ia meminta agar kepala desa membuat peraturan desa untuk menggerakkan warga termasuk menjaga kebersihan.

“Perlulah gerakan seperti yang ada di sini dilakukan di banyak desa lain. Kalau menemukan sumber mata air, konservasi. Kalau pernah ada cerita atau sejarah masa lalu yang kemudian warga setempat tahu di situ pernah ada mata air, cari lagi. Hidupkan lagi dengan cara mengonservasi, menanam, dan kemudian melakukan penghijauan kembali. Kita mendorong untuk mengonservasi kawasan ini termasuk sumber-sumber air di manapun,” tegasnya.

Recent Posts

Ekonomi Jabar Tembus Rp3.040 Triliun, Prof Rokhmin Dorong KAHMI Ubah Modal Sosial Jadi Kekuatan Produktif

MONITOR, Bandung - Besarnya ekonomi Jawa Barat belum otomatis berbanding lurus dengan kesejahteraan masyarakat. Di…

54 menit yang lalu

Dukung Generasi Emas Sepak Bola, Dragon Warriors Football Academy Hadir di Sawangan Depok

MONITOR, Depok — Menyambut gairah pembinaan sepak bola usia dini yang didorong oleh PSSI, komunitas…

8 jam yang lalu

Kemnaker: Integrasi Data Lintas Instansi Tingkatkan Kualitas Layanan Ketenagakerjaan

MONITOR, Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) terus memperkuat integrasi data lintas instansi sebagai upaya meningkatkan…

14 jam yang lalu

Jasa Marga Gelar Roadster Rescue Competition 2026, Uji Kecepatan dan Ketepatan Petugas Tangani Kecelakaan Tol

MONITOR, Bogor – PT Jasa Marga (Persero) Tbk melalui anak usahanya, PT Jasamarga Tollroad Operator…

14 jam yang lalu

Rp4,1 Triliun BOS Madrasah dan BOP RA Tahap II Segera Cair, Ini Jadwal Pengajuannya

MONITOR, Jakarta – Kementerian Agama (Kemenag) mulai memproses penyaluran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Madrasah…

2 hari yang lalu

Menteri UMKM Dorong APPI Perkuat Pasar Produk Dalam Negeri

MONITOR, Cikarang – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mendorong Asosiasi Pengusaha Pengelasan Indonesia…

2 hari yang lalu