BERITA

Jalan Tobat Pelaku Terorisme yang Kini Sukses Berdayakan Masyarakat

MONITOR, Jakarta – Kisah Raja Najasy yang bijaksana dalam memimpin tanpa memaksakan kehendak dalam mengatur rakyatnya dengan menerapkan sistem hukum Islam namun ketika meninggal di sholatkan oleh Nabi Muhammad SAW sebagai Muslim yang kaffah. Kisah tersebut telah menjadi inspirasi jalan tobatnya mantan narapidana terorisme, Hendro Fernando.

Dari kisah itu, Hendro akhirnya tergerak untuk berikrar setia kepada Indonesia pada 2019. Ia juga mengikuti upacara pertamanya di Lembaga pemasyarakatan Nusakambangan dan menjadi petugas pengibar bendera merah putih.

Pria muda berambut gondrong yang selalu tersenyum ketika bertemu dengan masyarakat sekitar, bahkan senyum ramah itu tak jua hilang dari wajahnya ketika menyambut kedatangan media Monitor ke Yayasan Debintal, Bekasi, Rabu, 29 Juni 2022. Kemudian ia lantas segera menyodorkan segelas air mineral.

Hendro adalah mantan narapidana terorisme. Ia divonis 6 tahun 2 bulan penjara karena terbukti memfasilitasi sejumlah aksi terorisme di Indonesia. Peranya sebagai pengatur logistic, memasok senjata api untuk kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan teroris Santoso. Hendro juga merekrut dan memberangkatkan ratusan WNI ke Suriah untuk bergabung dengan kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) pada 2014-2015.

Dana operasional untuk aksi terorisme sebesar Rp. 1,3 miliar, ia dapatkan melalui pimpinan ISIS Indonesia di Suriah, Bahrumsyah. Peristiwa bom Thamrin Jakarta menjadi kisah akhir perjalanan dirinya dalam dunia terorisme, ia ditangkap oleh Densus 88 karena telah terbukti memfasilitasi logistik senjata api pelaku. Ia bebas pada 2020 setelah mendapatkan remisi 2 tahun.

“Kisah Raja Najasy yang adil dan bijaksana dalam memimpin rakyatnya meskipun tidak menerapkan hukum islam telah mengurangi pemikiran radikal saya. Sehingga tanpa pikir panjang langsung mau berikrar setia pada NKRI, “jelas Hendro.

“Kisah Raja Najasy ini juga bisa aplikasikan di Indonesia untuk mengcounter gerakan intoleransi, radikalisme dan terorisme, “tambahnya.

Mendirikan Unit Usaha UMKM dan Pelatihan Usaha

Kini Hendro bersama mantan narapidana teroris lainya mengelola Yayasan Debintal, wadah pembinaan dan pendampingan bagi mantan napiter. Hendro sebagai sekretaris jenderal, ia bersama mantan terorisme lainya melakukan pemberdayaan di bidang ekonomi, birokrasi, dan literasi.

Dibidang ekonomi, Yayasan ini mengembangkan unit usaha UMKM minuman jahe merah dalam botol, minuman sereh dalam botol, pembuatan kue roti dan peternakan burung puyuh petelur. Sebagian besar pengelola unit usaha tersebut adalah para mantan napiter dan masyarakat umum sekitar Yayasan. Selain itu, ia juga memberikan fasilitas pelatihan wirausaha dari nol sampai bisa mandiri.

“sebagai pengelola unit usaha UMKM ini adalah teman-teman dari mantan narapidana teroris. Juga unit peternakan burung puyuh, mereka mengelola dari mulai penetasan telur sampai pembesaran dan sampai dengan burung bisa bertelur”, ungkap Hendro.

“Hasil dari unit usaha ini adalah untuk kesejahteraan pengelola dan buat keperluan yayasan seperti bayar listrik”, jelasnya.

Yayasan Debintal juga telah bekerjasama dengan Federasi Serikat Pekerja Panasonic Gobel (FSPPG) untuk memberikan pelatihan teknik pendingin bidang teknisi installer dan repair AC. Proses kerjasama bertempat di Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK) Bekasi.

Selain unit usaha, Para pengurus Debintal juga membantu para eks napi terorisme mengurus dokumen kependudukan serta mendampingi pengurusan persyaratan bebas bersyarat. Selain itu, Yayasan ini aktif berdakwah di penjara-penjara agar para mantan napi terorisme bisa kembali ke jalan yang benar.

“selain unit usaha, kami membuat studio dakwah media debintal dengan tujuan untuk mengcounter pemikiran intoleransi, radikalisme dan terorisme”, pungkasnya.

Recent Posts

JPPI: Program MBG Berhasil Merusak Arah Kebijakan Pendidikan Nasional

MONITOR, Jakarta - BGN mulai hari ini 8 Januari 2026 menjalankan kembali Program MBG secara…

3 jam yang lalu

Kemenag Pastikan Masjid Negara IKN Siap Digunakan di Ramadan 2026

MONITOR, Jakarta - Kementerian Agama memastikan Masjid Negara Ibu Kota Nusantara (IKN) sudah siap digunakan…

3 jam yang lalu

Soal PT TPL, Prof Rokhmin: Kejaksaan dan KPK Dipersilakan Tindak Lanjuti

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi IV DPR RI, Prof. Rokhmin Dahuri, merespons desakan aktivis lingkungan…

4 jam yang lalu

Prabowo Minta Pembangunan KNMP dan Kapal Ikan Dipercepat

MONITOR, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto meminta agar pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) dan…

6 jam yang lalu

Diikuti Lebih dari 10 Ribu Santri PDF, Imtihan Wathani 2026 Digelar Januari

MONITOR, Jakarta — Kementerian Agama akan menggelar Ujian Akhir Pendidikan Diniyah Formal Berstandar Nasional (UAPDFBN)…

7 jam yang lalu

KKP Ungkap Kampung Nelayan Merah Putih Serap 17.550 Tenaga Kerja di 65 Lokasi

MONITOR, Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat pembangunan kampung nelayan merah putih (KNMP)…

7 jam yang lalu