Kamis, 18 Agustus, 2022

Petugas DKP3 Depok Temukan Sejumlah Sapi Terindikasi PMK

MONITOR, Depok – Petugas Kesehatan Hewan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Depok bergerak cepat melakukan pemeriksaan hewan kurban yang di jajakan di Jalan Raya KSU, Kecamatan Sukmajaya, tepatnya di depan Markas Sub Garnisun 0508/Depok, Sabtu (25/06/2022).

Hal tersebut merupakan tindaklanjut dari informasi masyarakat terkait adanya dugaan kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di lokasi tersebut.

Kepala DKP3 Kota Depok, Widyati Riyandani mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap enam ekor sapi yang sudah diisolasi pemilik lapak, terindikasi terjangkit PMK.

Dengan gejala sapi mengalami demam, nafsu makan turun dan bulu kusam, peradangan pada lidah dan mulut bagian dalam yang mengakibatkan hypersalivasi (air ludah keluar banyak berbuih dan ngiler).

- Advertisement -

“Adanya lepuh-lepuh pada gusi, lidah dan pangkal lidah, sehingga mengakibatkan kesulitan mengunyah dan air liur menetes. Dua ekor terdapat lepuh-lepuh di antara teracak dan sekitar batas atas kuku sehingga menyebabkan rasa sakit dan pincang waktu berjalan,” katanya, seperti dikutip di situs resmi Pemkot Depok, Minggu (26/06/2022)

Selanjutnya, ujar Widyati, tidak diketemukan hewan dengan gejala berat sampai ambruk, hewan masih mampu untuk berjalan meskipun terdapat dua ekor yang pincang. Penanganan terhadap hewan terduga PMK tersebut berupa pengobatan, pemberian vitamin dan penyemprotan antiseptic pada kuku.

“Petugas Keswan juga mengambil sample orofaring yang selanjutnya akan dilakukan pemeriksaan laboratorium untuk memastikan PMK tersebut,” ungkapnya.

Widyati menambahkan, populasi di lapak tersebut sangat padat sehingga menyebabkan penyebaran dan penularan di lokasi yang sama sangat tinggi. Penularan virus yang bersifat airbone dan dapat menular hingga radius 10 Km.

Imbuhnya, untuk menghambat penyebaran virus PMK, petugas mengimbau agar penjual tetap menjaga biosekuriti kandang ternak masing-masing, mengisolasi hewan yang terjangkit penyakit PMK dari sapi ke sapi lainnya pada kandang tertentu. Isolasi bertujuan untuk menghambat penyebaran penyakit, memudahkan perawatan dan pengobatan penyakit.

Kemudian, tidak memasukan hewan yang berasal dari daerah tertular (zona merah). Upaya pencegahan dan pengobatan hewan di lapak menjadi tanggungjawab pemilik lapak bisa dengan menggunakan obat alternatif, jamu jamuan dapat membantu menjaga kesehatan sapinya.

“Keterbatasan penyediaan obat tidak mencukupi upaya pengobatan pada ternak bergejala ringan hingga berat di lapangan. Oleh karena itu pemerintah kota Depok memprioritaskan upaya pengobatan di peternakan rakyat kecil,” jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, sejumlah sapi di lapak hewan kurban yang berada di Jalan Raya KSU, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, tepatnya di depan Markas Sub Garnisun 0508/Depok, suspek atau diduga terjangkit penyakit mulut dan kuku (PMK).

Sapi-sapi yang suspek PMK tersebut mulutnya mengeluarkan busa dan terbaring dipinggir lapak.

Pemilik lapak, Ranto mengatakan, dalam kurun waktu beberapa hari ada sebanyak lima sapi yang diduga terjangkit PMK. Sapi-sapi yang terjangkit tersebut pun langsung diisolasi untuk mengantisipasi penularan.

“Untuk mengantisipasi ada 5 sapi yang langsung dipinggirkan (dipisahkan). Sudah kami tanggulangi sendiri,” kata Ranto saat ditemui MONITOR, di lapaknya, Jumat (25/06/2022).

Ranto menjelaskan, atas temuan tersebut belum ada pemeriksaan atau pengecekan yang dilakukan oleh petugas Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Depok.

“Belum, (belum ada). Pertama pemeriksaan sebulan yang lalu datang dari Dinas Jawa Barat didampingi oleh dinas Depok,” ujarnya.

Menyikapi hal tersebut, Kepala DKP3 Kota Depok Widyati Riyandani mengatakan, pihaknya akan segera melakukan tim ke lokasi untuk melakukan pengecekan.

“Sedang saya koordinasikan ke tim, apakah sudah termasuk yang dalam pantauan dan pengawasan. Kalau belum tentunya akan ditindaklanjuti dengan pengecekan di lapangan,” ungkapnya.

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

TERPOPULER