Kamis, 18 Agustus, 2022

Buntut Kasus Holywings, Ika Unpam Siap Bantu Tingkatkan Pemahaman Marketing

MONITOR, Tangsel – Kinerja tegas penyidik kepolisian Polres Metro Jakarta Selatan menetapkan enam pegawai Holywings sebagai tersangka atas dugaan tindak pidana penistaan agama dan undang-undang ITE terkait ujaran kebencian, diapresiasi oleh perkumpulan Ikatan keluarga alumni Universitas Pamulang (Ika Unpam).

“Sebagaimana diskusi dan arahan dari ketua umum kami Alfa Dera, maka kami dari ikatan keluarga alumni Universitas Pamulang mengapresiasi serta mendukung penuh tindakan tegas dan profesional yang dilakukan oleh teman-teman penyidik kepolisian memproses perbuatan promo minuman beralkohol gratis bagi yang bernama ‘Muhammad dan Maria’ sebagai dugaan perbuatan pidana,” kata Sekretaris Umum Ika Unpam Muhammad Zuber Qomarudin, didampingi Kepala Departemen Advokasi dan Bantuan Hukum, Isram, dalam keterangan resminya kepada MONITOR, Sabtu (25/6/2022).

Zuber menyampaikan metode “Guerilla Marketing” merupakan salah satu strategi marketing yang dilakukan dengan cara promosi unik.

Namun, pihaknya berharap kedepannya kegiatan-kegiatan promosi usaha dalam memarketingkan produk, perlu memperhatikan nilai-nilai agama dan norma lainnya di masyarakat, bukan sebatas melakukan sensasi belaka.

- Advertisement -

Untuk menerapkan guerilla marketing tersebut selain mencari ide kreatif mengenalkan produk-produk yang akan dipromosikan, lanjut dia, juga harus benar-benar mampu memahami audiens.

“Selain itu, juga perlu diingat terkait pesan-pesan singkat dan jelas mengenai promosi yang dilakukan. Jangan sampai melanggar sara atau ujaran kebencian,” pungkasnya.

Kepala Departemen Advokasi dan Bantuan Hukum, Isram menambahkan, pihaknya meyakini bahwa teman-teman penyidik dengan aparatur hukum lainnya akan profesional melakukan penanganan perkara tersebut.

Untuk itu, pihaknya pun mengajak seluruh masyarakat Indonesia agar dapat mengawal seluruh proses hukum, sehingga kedepan tidak terulang kembali kegiatan-kegiatan promosi usaha yang tidak mengindahkan nilai-nilai agama maupun norma lainnya di masyarakat.

“Melihat fenomena ini, melalui Ikatan keluarga alumni, kami kedepannya sedang menyusun dan menggandeng berbagai pihak untuk peningkatan pemahaman marketing yang baik, sehingga kejadian-kejadian serupa tidak terulang kembali,” ungkapnya.

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

TERPOPULER