PEMERINTAHAN

Reformasi Birokrasi harus Bisa Merubah Pola Pikir dan Budaya Kerja

MONITOR, Jakarta – Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Ttransmigrasi (PDTT) Abdul Halim Iskandar menegaskan reformasi birokrasi harus diikuti dengan perubahan mindset dan budaya kerja. Dengan demikian reformasi birokrasi tak sekedar penyederhanaan struktur organisasi semata.
 
“Karena tujuan utama reformasi birokrasi adalah peningkatan kinerja birokrasi. Sementara itu, kinerja birokrasi atau hasil kerja akan ditentukan oleh perilaku, dan perilaku ditentukan oleh paradigma (mindset),” katanya saat peluncuran penerapan Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi nomor 2 tahun 2022 tentang peta proses bisnis dan rencana penerapan sistem kerja Kemendes PDTT di Kantor Kemendes PDTT, Jakarta, Rabu (15/6/2022).

“Reformasi Birokrasi pada dasarnya adalah perubahan mindset. dari mindset yang keliru menuju tata pikir yang lebih mendasar sesuai cita-cita dan kepentingan masyarakat,”  tegasnya.
 
Menurut Gus Halim, Peta Proses Bisnis merupakan gambaran hubungan kerja yang efektif dan effisien antar unit kerja untuk menghasilkan output yang bernilai tambah serta  memiliki standar kualitas pelaksanaan pekerjaan. Oleh karena itu sebagai bagian dari reformasi birokrasi, Ia meminta agar mekanisme kerja dan peta proses bisnis yang diterapkan benar-benar diimplementasikan sejak penetapan program dan anggaran, beserta pelaksanaan, pemantauan, evaluasi beserta pengawasannya.
 
“Reformasi birokrasi mutlak ditanamkan pada semua pegawai bahwa cara kerja lama harus segera ditinggalkan. Reformasi birokrasi terus menjadi inti dari upaya untuk meningkatkan kinerja pemerintah utamanya didalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat” ujarnya.
 
Lebih lanjut, untuk kelancaran dan percepatan dalam penarapan peta proses bisnis dan sistem kerja tersebut, Kemendes PDTT juga akan di pandu oleh  Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, jika dalam pelaksanaannya terdapat hal-hal yang belum jelas.
 
“Saya berharap semoga jajaran Kementerian PAN dan RB tidak bosan-bosannya membimbing kita semua,” kata Doktor Honoris Causa dari UNY itu.
 
Sementara itu, Deputi bidang kelembagaan dan tata laksana Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Nanik Murwati berharap peta proses bisnis dan rencana penerapan sistem kerja Kemendes PDTT dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas sistem proses dan prosedur kerja yang lebih efektif, efisien dan terukur di lingkungan Kemendes PDTT.
 
“Kami siap membantu jika ada kesulitan-kesulitan. Kita diskusi bersama agar dapat dipahami dan dilaksanakan oleh jajaran. Kami berharap ini menjadi awal komitmen dan keseriusan yang sungguh-sungguh dari jajaran Kemendes PDTT,” kata Nanik.

Recent Posts

Ditjen Pendis Terbitkan SE Pembelajaran Ramadan 2026 Bagi Pesantren

MONITOR, Jakarta - Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Ditjen Pendis) Kementerian Agama, Suyitno menerbitkan Surat Edaran…

4 jam yang lalu

KKP Jamin Mutu Ikan Aman dan Layak Konsumsi Selama Ramadhan

MONITOR, Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) meningkatkan pengawasan mutu untuk memastikan kualitas produk…

5 jam yang lalu

Wamenag: Kompak Kunci Percepatan Rehabilitasi Bencana Tegal

MONITOR, Jakarta - Solidaritas lintas lembaga pemerintah menjadi kunci percepatan pemulihan pasca bencana longsor dan…

8 jam yang lalu

IKM Furnitur Jogja Tembus Pasar Eropa

MONITOR, Jakarta - Industri furnitur merupakan salah satu sektor hilir dan padat karya yang memiliki…

15 jam yang lalu

Pesan Imlek Menag: Semoga Membawa Damai dan Sejahtera

MONITOR, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan ucapan selamat Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili…

18 jam yang lalu

Arahan Prabowo dari Hambalang; Diplomasi Ekonomi Harus Untungkan Indonesia

MONITOR, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah menteri terkait bidang ekonomi ke kediaman pribadinya…

19 jam yang lalu