PARLEMEN

Gus Hilmy: Santri Harus Mampu Membawa Amanat Kebangsaan

MONITOR, Jakarta – Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Hilmy Muhammad, menjelaskan, pada masa lalu, peran santri dalam mewujudkan kemerdekaan Indonesia adalah dengan perang fisik. Dimulai dari Perang Padri, Perang Jawa, hingga perjuangan gerakan rakyat (civil society). Perjuangan itu pun berlanjut ke jalur diplomasi hingga kemerdekaan dan berhasil membuat kesepakatan tentang dasar-dasar negara.

Kesepakatan itulah, kata dia, yang dirasakan bangsa Indonesia hingga saat ini dalam bingkai Empat Pilar, Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, UUD NRI 1945. Oleh sebab itu, santri memiliki tuntutan peran ganda. Tidak hanya tuntutan keagamaan, tetapi juga tuntutan kebangsaan.

“Tuntutan peran santri adalah mampu membawa amanat kebangsaan (amanah wathaniyyah) dan amanat keagamaan (amanah diniyyah). Tuntutan itu merupakan konsekuensi logis, karena santri meyakini bahwa NKRI harga mati, hubbul wathan minal-iman, dan menerima Pancasila sebagai dasar negara adalah mitsaqan ghalidzan,” kata Senator asal Yogyakarta tersebut dalam Sosialiasi Empat Pilar dengan tema Memaknai Kembali Peran Santri dalam Menyongsong Hari Lahir Pancasila di Aula G Pondok Pesantren Al Munawwir Krapyak Yogyakarta pada Jumat (27/5/2022) siang.

Lebih lanjut, pria yang juga Katib Syuriah PBNU tersebut menjelaskan bahwa “NKRI harga mati” mengharuskan para santri untuk berkiprah membangun negara secara bersama-sama dengan segenap komponen bangsa.

Sementara jargon “hubbul wathan minal-iman”, mengharuskan santri untuk senantiasa mengingat di mana mereka dilahirkan dan bagaimana seharusnya mereka kemudian berkewajiban membangun negeri dan daerahnya secara tulus.

Menurut pria yang akrab disapa Gus Hilmy tersebut, santri yang menerima dan mengamalkan Pancasila merupakan perwujudan dari menjalankan syariat agama Islam. Menurutnya, Pancasila adalah kalimatun sawa’ bagi Bangsa Indonesia yang memberi koridor yang jelas bahwa demokrasi Indonesia bukan demokrasi ala Barat, tetapi demokrasi yang berketuhanan, berkemanusiaan, berkebangsaan, berkerakyatan, dan berkeadilan sosial.

Sebaliknya, menurut Gus Hilmy menjelaskan, Pemerintah juga memfasilitasi berbagai kebutuhan hukum positif yang mengakomodasi syariat Islam.

“Hasilnya, meskipun Indonesia bukan negara Islam (darul Islam), kontribusi syariat Islam dalam sistem hukum positif Indonesia sangat luar biasa. Hal ini dapat dilihat antara lain dengan diundangkannya UU tentang Peradilan Agama, Wakaf, Pengelolaan Zakat, Perbankan Syariah, Penyelenggaraan Umroh dan Ibadah Haji, Jaminan Produk Halal, dan lain-lain. Belum lagi seperti UU Pornografi, Perlindungan Anak, Energi dan lain-lain, yang kesemuanya sedikit banyak ada peran akomodasi syariat Islam. Upaya yang demikian ini sepatutnya terus diupayakan oleh kaum santri dalam peran sertanya turut membangun
manusia Indonesia seutuhnya di semua bidang garapan sesuai dengan kompetensinya masing-masing,” ujar Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI tersebut.

Recent Posts

Kementan dan GPPU Perkuat Sinergi Jaga Stabilitas Perunggasan Nasional

MONITOR, Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Gabungan Perusahaan Pembibitan Unggas (GPPU) memperkuat sinergi untuk…

1 hari yang lalu

Gangguan Transaksi Flip Masuk Hari Keempat, Pengguna Minta OJK dan BI Bertindak

MONITOR, Jakarta - Gangguan transaksi pada layanan teknologi finansial (tekfin) Flip memasuki hari keempat. Sejak…

1 hari yang lalu

Usai Paparan di Hadapan Wakil PM Timor-Leste, Rokhmin Dahuri Turun ke Atauro Petakan Harta Karun Ekonomi Biru

MONITOR, Dili - Setelah memaparkan konsep pengembangan ekonomi biru di hadapan Wakil Perdana Menteri Timor-Leste…

1 hari yang lalu

Bertemu Wakil PM Timor-Leste, Prof Rokhmin siapkan Roadmap Ekonomi Biru berbasis Potensi Lokal

MONITOR, Dili - Pengembangan ekonomi biru Timor-Leste memasuki tahap baru. Anggota DPR RI sekaligus Guru…

2 hari yang lalu

Pasar Semakin Prospektif, Kemenperin Pacu Industri Mainan Kian Kompetitif

MONITOR, Jakarta - Industri mainan merupakan salah satu bagian dari sektor industri aneka yang memiliki…

2 hari yang lalu

Fahri Hamzah Usul Ambang Batas Parlemen 0 Persen

MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Umum Partai Gelombang  (Gelora) Indonesia Fahri Hamzah merespons soal usulan…

2 hari yang lalu