JATENG-YOGYAKARTA

Ganjar Pranowo Terkagum Lihat Cokelat Buatan Bu Emma

MONITOR, Salatiga – Gubernur Jawa Tengah mengunjungi Emma Wilyama, pelaku UMKM asal Kota Salatiga yang sukses membuat produk olahan coklatnya yang laku keras di pasaran.

Olahan coklat yang dibuat Emma dalam berbagai bentuk yang tidak biasa. Ada bentuk pensil, boneka, angka, huruf hijaiyah, abjad dan bentuk unik lainnya.

“Lho ini pensil kan? Ini bisa di makan?,” tanya Ganjar saat melihat produk Emma, Selasa (12/4).

Merespon gurauan Ganjar, Emma membenarkan bahwa itu memang pinsil, tetapi dari coklat, sehingga aman untuk dikonsumsi. Memang bentuknya unik dan tidak biasa, tapi semuanya aman dikonsumsi.

“Bisa dimakan semua ini Pak. Sayangnya Bapak datang pas puasa, jadi nggak bisa nyicip,” ucapnya.

Emma mengaku kreativitas dan inovasi produk menjadi kunci suksesnya. Tertarik dengan berbagai bentuk coklat yang ditunjukkan Emma, Ganjar memesan sejumlah produk yang sudah selesai dibuat.

“Ini kreatif dan menarik sekali. Ada bu Emma yang membuat olahan coklat dengan beragam bentuk. Dan ini sudah jalan 12 tahunan. Dengan kreatifitas, produknya tetap laku meskipun di tengah pandemi,” kata Ganjar.

Semangat Emma ini lanjut Ganjar bisa ditiru para pelaku UMKM lainnya. Kreasi dan inovasi harus terus diasah agar bisa bertahan dalam kondisi apapun.

“Seperti bu Emma ini, terbukti masih survive. Tinggal nanti di-trending-kan, (populerkan) dugaan saya pasti akan berkembang. Kalau hari ini buat coklat kecil (sedikit), nanti bisa jadi ada pesanan coklat besar (banyak) dan dari berbagai daerah di Indonesia,” pungkasnya.

Emma mengatakan, dirinya sudah memulai bisnis pengolahan coklat itu sejak 2010 lalu. Ia memilih membuat coklat dengan bentuk yang tidak biasa untuk menyesuaikan pangsa pasar.

“Karena ini target marketingnya untuk anak-anak kecil, jadi kita buat seperti ini. Kalau bentuknya menarik seperti ini, pasti anak-anak suka,” katanya.

Dalam sehari, Emma mengatakan bisa menghabiskan 5-10 kg coklat mentah. Coklat itu kemudian diolah menjadi berbagai bentuk dan dijual ke pasaran.

“Omset perbulan Rp7 juta sampai Rp10 juta. Harapannya setelah didatangi Pak Ganjar usaha saya semakin berkembang dan semakin dikenal,” ujarnya.

Recent Posts

Menag Instruksikan Layanan Publik Kemenag Tetap Optimal Meski WFH

MONITOR, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar menginstruksikan seluruh jajaran Kementerian Agama (Kemenag) untuk memastikan…

9 jam yang lalu

ORBIT UNPAM Jadi Jembatan Siswa Menuju Dunia Kampus dan Karier yang Cemerlang

MONITOR, Tangerang Selatan – Universitas Pamulang (UNPAM) resmi memulai rangkaian program ORBIT (Orientation for Ready-to-Work, Business, &…

9 jam yang lalu

TNI Gerak Cepat Evakuasi Korban dan Tangani Dampak Bencana Gempa Sulawesi Utara

MONITOR, Sulawesi Utara — Prajurit TNI bergerak cepat menangani dampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 yang…

9 jam yang lalu

Pemkot Tangsel Ajak Warga Sukseskan ORI Campak, Targetkan 109 Ribu Anak

MONITOR, Tangsel – Pemerintah Kota Tangerang Selatan mulai menggelar program Outbreak Response Immunization (ORI) secara…

10 jam yang lalu

Kecam Serangan AS-Israel, MUI: Melanggar Hukum Internasional

MONITOR, Jakarta — Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Fatwa, KH Asrorun Niam Sholeh, mengecam keras…

13 jam yang lalu

Kemenperin Pacu Implementasi TKDN melalui Sertifikasi Profesi Verifikator

MONITOR, Jakarta - Kementerian Perindustrian terus memperkuat implementasi kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) guna…

15 jam yang lalu