PERTANIAN

H-1 Ramadan, Mentan Sidak Pasar Pastikan Stok dan Harga Pangan Stabil

MONITOR, Makassar – Pada H-1 bulan Ramadhan, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) terus memastikan ketersediaan bahan pangan pokok dan harga sehingga tidak ada gejolak hingga Idul Fitri.

Untuk melihat validasi dan aktualisasi data di lapangan, mantan Gubernur Sulsel dua periode ini pun turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) di pasar tradional, kali ini di Pasar Terong dan Pasar Pabaeng-baeng Kota Makassar kota Makassar, Sulawesi Selatan.

“Pada bulan Ramadhan biasanya terjadi dinamika harga tapi ketersediaan yang paling penting. Hari ini kita cek di pasar Terong sebagai pasar terbasar di Sulawesi Selatan dan kenyataannya semua komoditi ketersediaanya ada dan cukup,”kata Mentan Syahrul saat diwawancarai usai meninjau Pasar Terong Kota Makassar, Sabtu (2/4/22).

Pada sidak tersebut, SYL berbincang dengan beberapa pedagang menanyakan harga bahan pangan mulai dari bawang, cabe, daging, ayam, minyak, beras, serta telur. Alhasil, kondisi stok dan harga di pasar ini stabil.

“Ayam cukup, daging cukup , telur cukup. Masalahnya ada di minyak goreng tadi. Minyak goreng curah alokasinya ke pasar ini cukup besar namun tidak lancar distribusinya hingga ke pasar. Tadi saya telpon untuk mempertemukan pengecer dan distributor dan supplyer besar yang ada,” ungkapnya.

SYL menegaskan sesuai arahan Presiden Joko Widodo sinergi lintas Kementerian harus terus diperkuat dalam memastikan bahan pokok dapat terjangkau oleh masyarakat. Caranya yakni memperlancar distribusi dan mendekatkan kebutuhan pangan dari daerah surplus ke daerah defisit sehingga setiap daerah tercukupi.

“Kita terus bersinergi dengan Kementerian Perindustrian dan juga pastinya Kementerian Perdagangan, untuk memperlancar dan mendekatkan stok yang ada dengan konsumen,” jelasnya.

Saat ini, Kementerian Pertanian (Kementan) juga terus melakukan pengendalian stok pangan di 34 provinsi di Indonesia yang di tanggungjawabi setiap pejabat Eselon II Kementan untuk menangani dua hingga tiga provinsi. Mentan SYL menginstruksikan para pejabat juga turun ke lapangan melakukan pengecekan secara langsung. Jangan hanya menunggu laporan di belakang meja.

“Turun ke bawah, cek. Jangan hanya tinggal di kantor terima laporan. Kalau ada kritikan, jangan dilawan dengan bicara. Jawab dengan memperlihatkan kerja kita,” tegas SYL.

Recent Posts

Ekspor Ikan Natuna Tembus 1,2 Miliar Rupiah, Karantina Kepri: Semua Dalam Keadaan Sehat

MONITOR, Natuna - Sektor perikanan Natuna terus menorehkan prestasi yang membanggakan. Sebanyak 11.735 ekor ikan…

15 jam yang lalu

Dahnil Anzar Tegaskan Komitmennya untuk Perbaikan Radikal Tata Kelola Haji Indonesia

MONITOR, Jakarta — Wakil Menteri urusan haji, Dahnil Anzar Simanjuntak, menegaskan komitmennya untuk melakukan perbaikan radikal…

17 jam yang lalu

Jasa Marga Ajak Pengguna Jalan Gunakan Aplikasi Travoy sebagai Asisten Digital Perjalanan

MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk mengajak pengguna jalan tol untuk mengoptimalkan Aplikasi Travoy…

18 jam yang lalu

Jemaah Haji Indonesia Diimbau Lakukan Pembayaran Dam melalui Jalur Resmi Saudi

MONITOR, Jakarta — Kementerian Haji dan Umrah menegaskan komitmennya dalam memperkuat tata kelola pembayaran dam…

2 hari yang lalu

Kemnaker Siapkan Pelatihan Berbasis AI bagi 3.100 Pemuda di Padang

MONITOR, Padang — Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyatakan bahwa Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyiapkan pelatihan berbasis AI…

2 hari yang lalu

Kementan Dukung BUMN Bangun Farm GPS Broiler di Malang, Industri Perunggasan Nasional Makin Kuat

MONITOR, Malang — Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) terus…

3 hari yang lalu