Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati
MONITOR, Jakarta – Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan bangsa Indonesia akhirnya mampu melewati situasi kritis terhadap pemulihan ekonomi nasional. Berbagai tantangan baru pun muncul di tahun 2022 ini.
Sri Mulyani menambahkan, Indonesia juga kini menghadapi ketegangan situasi geopolitik yang menciptakan ketidakpastian global baru dan berdampak pada pasar keuangan, lantas berujung pada kenaikan harga komoditas.
“Bagi Indonesia sendiri, situasi ini belum memberikan dampak yang signifikan. Saat ini IHSG kita masih terus bergerak positif, nilai tukar Rupiah juga cenderung stabil,” ujar Sri Mulyani dalam keterangannya, Kamis (17/3/2022).
Kendati demikian, ia menegaskan bangsa Indonesia tetap harus mewaspadai efek jangka panjang yang akan timbul dari ketidakpastian ini, termasuk dampak pandemi yang masih bergulir.
“Tahun ini, APBN secara khusus telah mengalokasikan dana sebesar Rp455,62 T untuk melanjutkan Program Pemulihan Ekonomi yang berfokus pada program kesehatan (Rp122,54 T), perlindungan sosial (Rp154,76 T), dan pemulihan ekonomi (Rp178,32 T),” terang Sri Mulyani.
Di sisi lain, kata Sri Mulyani, pemerintah akan terus melakukan kalibrasi kebijakan sebagai respon terhadap situasi global agar pemulihan ekonomi dapat terus berlanjut.
MONITOR, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa penyerahan alat utama sistem persenjataan (alutsista) menjadi…
MONITOR, Jakarta - Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat tidak semata-mata dipicu oleh…
MONITOR, Jakarta - Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Firman Soebagyo,…
MONITOR, Jakarta - Keberhasilan Bank Indonesia tidak cukup diukur dari capaian indikator kinerja yang melampaui…
MONITOR, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menyerahkan alat utama sistem persenjataan (alutsista) strategis kepada Tentara…
MONITOR, Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) membuka Program Pelatihan Vokasi Nasional Tahun 2026 Batch 2…