PEMERINTAHAN

Kementan: Maggot dan Koro Pedang Berpotensi untuk Bahan Pakan Ternak

MONITOR, Jakarta – Kementerian Pertanian terus mengupayakan berbagai inovasi untuk mengatasi permasalahan pakan ternak, diantaranya dengan mencari bahan pakan lokal sebagai substitusi bahan pakan impor. Hal ini dikatakan oleh Direktur Pakan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH), Agus Sunanto dalam acara Webinar Pengembangan Bahan Pakan Lokal (Kacang Koro Pedang dan Maggot) sebagai Substitusi Bahan Pakan Impor, yang diselenggarakan oleh Ditjen PKH Kamis (10/2).

Agus menjelaskan, ada berbagai isu global yang harus menjadi perhatian, diantaranya terkait kenaikan harga bahan pakan yang semakin tinggi yang disebabkan berkurangnya armada transportasi internasional, kenaikan cost container, kecenderungan masing-masing negara untuk mengamankan pangan dan pakan, serta masih adanya komponen bahan pakan yang tergantung impor. Ia sampaikan, upaya mencari bahan pakan substitusi impor dengan harga yang ekonomis harus segera dilakukan.

“Pakan merupakan unsur utama penentu harga produk pangan asal ternak, dimana porsi biaya pakan terhadap total biaya produksi antara 47,56% sampai 70,97%”, kata Agus. Ia tekankan bahwa usaha mencari substitusi bahan pakan impor membutuhkan kerjasama dan sinergi berbagai pihak seperti para peneliti, akademisi, para pelaku usaha, petani dan peternak.

“Untuk mencari substitusi bahan pakan impor kita jaring semua masukan dan mencari solusi terbaik untuk menurunkan biaya bahan baku pakan, sehingga mempunyai nilai ekonomis tinggi” ungkapnya.

Berdasarkan beberapa literatur kacang koro pedang merupakan jenis kacang kacangan yang dapat bermanfaat sebagai bahan pakan dan sebenarnya telah lama dikenal dan ditanam masyarakat Indonesia. Adapun maggot atau larva Black Soldier Fly merupakan penghasil protein hewani yang tinggi dan memiliki kandungan protein sekitar 41%-42%. Maggot dapat mensubsitusi 100% tepung ikan pada ayam broiler periode starter dan grower dengan menghasilkan bobot ayam broiler yang tidak berbeda nyata namun lebih ekonomis.

Profesor Nahrowi dari Institut Pertanian Bogor (IPB) mengatakan, pemakaian bahan pakan baik impor maupun lokal sebenarnya tidak masalah asalkan ketersediaan, harga dan kualitasnya bagus. Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan, terbukti bahwa kacang koro pedang dan maggot dari segi kandungan nutrisi memenuhi syarat sebagai bahan pakan andalan sumber protein di Indonesia.

Selanjutnya Rahayu Dwikorawati dari Ditjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian menjelaskan, jika luas tanam kacang koro pedang di Indonesia mencapai 1.590 ha dan ditanam hampir di seluruh Pulau Jawa, Sulawesi dan Sumatera. Kegiatan pengembangan Kacang Koro Pedang tahun 2022 direncanakan ada di lokasi Kabupaten Sumedang, Cianjur dan Kulonprogo, karena sudah ada lahan sumber benihnya.

“Dengan adanya lahan sumber benih, maka diharapkan produksi kacang koro dapat memenuhi kebutuhan pangan maupun pakan ternak di Indonesia,” ungkap Rahayu.

Desianto Budi Utomo selaku Ketua Umum GPMT mengatakan, dalam industri pakan, kestabilan kualitas, ketersediaan dan keberlanjutan suplai, serta faktor harga merupakan hal yang menjadi pertimbangan dalam pemilihan bahan pakan khususnya bahan pakan lokal.

“Selama ini, tantangan penggunaan bahan pakan lokal secara umum adalah dalam hal kualitas yang tidak stabil, produksi yang masih skala kecil, harga yang relatif mahal sehingga kurang kompetitif, serta keberlanjutan ketersediaan atau kontinuitas suplainya”, ungkap Desianto.

“Untuk membudidayakan maggot dapat dilakukan dengan menggerakkan masyarakat pedesaan untuk mengelola sampah dapurnya, kemudian membuat sistem inti plasma untuk pembesaran maggot di setiap desa, atau membuat 3 kelompok bisnis yang berfokus pada pembibitan, pembesaran dan pengolahan”, Imbuhnya.

Recent Posts

Libur Paskah 2026, 352 Ribu Kendaraan Tinggalkan Jabotabek, Jasa Marga Pastikan Layanan Optimal

MONITOR, Jakarta – PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat sebanyak 352.578 kendaraan meninggalkan wilayah Jabotabek pada…

7 jam yang lalu

Penerimaan Mahasiswa Baru PTKIN 2026 Kian Kompetitif, 143 Ribu Pendaftar Berebut Kursi Kampus Islam Berkelas Dunia

MONITOR, Surabaya – Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) semakin menunjukkan daya tariknya sebagai destinasi utama…

9 jam yang lalu

201 Ribu Kendaraan Melintas di Tol Regional Nusantara, Naik 10,14 Persen

MONITOR, Jakarta – Arus lalu lintas di sejumlah ruas tol yang dikelola Jasamarga Nusantara Tollroad Regional…

9 jam yang lalu

DPR RI dan Parlemen Inggris Perkuat Diplomasi Konservasi

MONITOR, Jakarta – DPR RI menerima kunjungan delegasi United Kingdom All-Party Parliamentary Group (APPG) on…

13 jam yang lalu

Menaker: Hubungan Industrial Harus Naik Kelas agar Pekerja Tak Tertinggal oleh AI

MONITOR, Jakarta — Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli, mengingatkan pekerja/buruh dan pengusaha agar tidak berhenti pada hubungan…

1 hari yang lalu

GNTI Salurkan Bibit Jagung, Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

MONITOR, Serang - Gerakan Nelayan Tani Indonesia (GNTI) kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung sektor pertanian…

1 hari yang lalu