Pemerintah Kota Depok melakukan penertiban kabel udara di Jalan Raya Margonda
MONITOR, Depok – Sejumlah kabel udara di sepanjang Jalan Margonda Raya, Kecamatan Beji kembali ditertibkan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR). Penertiban dilakukan dengan memutus kabel fiber optik milik sejumlah operator kabel telekomunikasi.
Kepala Bidang (Kabid) Bina Kontruksi, DPUPR Kota Depok, Denny Setiawan mengatakan, sebelumnya pihaknya telah melayangkan surat pemberitahuan kepada para operator agar melakukan menertibakan kabel tersebut secara mandiri. Mereka diberikan tenggat waktu sampai dengan 10 Januari 2022.
“Hari ini kami melakukan kegiatan pemutusan kabel udara yang melanggar, khususnya yang berada di Jalan Raya Margonda. Mereka sudah melanggar ketetapan yang sudah diberitahukan melalui surat pemberitahuan nomor 670/034-Bid.Binkon,” jelasnya, di sela-sela kegiatan pemutusan kabel udara di Jalan Margonda Raya, dikutip Sabru (15/01/2022).
Dirinya mengimbau kepada para operator kabel telekomunikasi untuk mematuhi regulasi yang telah ditetapkan Pemkot Depok. Terutama, soal kabel udara yang berada di sepanjang Jalan Margonda Raya.
“Kepada para operator seharusnya meraka mematuhi aturan yang telah ditetapkan. Seharusnya mereka tahu kebel-kabel itu tidak seperti itu pemasangannya, kita sudah sepakat, jika mereka tetap pasang kita akan putus,” tandasnya.
MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani memimpin Rapat Paripurna DPR dengan sejumlah agenda.…
MONITOR, Jakarta - Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Universitas Indonesia (IKA PMII UI) prihatin…
MONITOR, Jakarta – Delapan puluh tahun perjalanan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) seharusnya menjadi momentum…
MONITOR, Jakarta - Dalam rangka HUT ke-80 Polri yang diperingati setiap tanggal 1 Juli, Anggota…
MONITOR, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) melalui Direktorat Bina Haji Khusus dan Umrah meminta…
MONITOR, Cirebon — Sekretaris Jenderal Kementerian Agama, Kamarudin Amin, menegaskan bahwa Pusat Studi Gender dan Anak…