Kebakaran di Depok (Foto: Istimewa)
MONITOR, Depok – Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan penyelamatan Kota Depok mencatat, kasus kebakaran mengalami tren penurunan selama tahun 2021. Jika pada tahun 2020 sebanyak 123 kasus, maka tahun 2021 hanya 121 kasus.
Kepala Dinas Damkar dan Penyelamatan Kota Depok, Gandara Budiana merinci, pada Januari terdapat 10 kasus, Februari empat kasus, Maret sembilan kasus, April 12 kasus, Mei dan Juni sembilan kasus. Kemudian Juli 10 kasus, Agustus 15 kasus, September 12 kasus, Oktober 11 kasus, November tujuh kasus dan Desember 13 kasus.
“Mayoritas kasus kebakaran tahun 2021 disebabkan korsleting listrik dengan 62 kasus. Sementara penyebab lainnya yaitu kompor meledak 17 kasus dan penyebab lainnya 42 kasus,” katanya, Jumat (07/01/2022).
Gandara menyebut, rata-rata kasus kebakaran terjadi di area pemukiman warga. Dengan total kerugian hampir mencapai Rp 1,2 miliar
Selain memadamkan api, sambung Gandara, pihaknya juga melakukan penanganan terhadap kasus non-kebakaran. Seperti evakuasi sarang tawon, ular dan monyet yang masuk ke pemukiman warga, termasuk juga pohon tumbang, banjir dan longsor.
“Selama 2021 tercatat sudah 567 kasus non-kebakaran yang kami tangani. Paling banyak evakuasi mencapai 495 tindakan,” tuntasnya.
MONITOR, Jombang - Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama memasuki fase krusial. Konfigurasi kepemimpinan PBNU periode 2026–2031…
MONITOR, Jakarta - Ombudsman Republik Indonesia menaruh perhatian terhadap perkara Yogi Gilang Arya Setia, warga…
MONITOR, Jakarta - Kuasa Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Alwanih, S.H., M.H., menegaskan penataan dan…
MONITOR, Tokyo – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) bersama International Manpower Development Organization (IM Japan) membahas kesiapan…
MONITOR, Jakarta – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman memastikan Bantuan Presiden…
MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk memperkuat integrasi tiga pilar layanan, yaitu layanan preservasi,…