Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad (dok: Instagram)
MONITOR, Jakarta – Ditengah upaya pemerintah menggenjot pemulihan sektor ekonomi, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menyatakan prihatin atas beban biaya karantina mandiri yang sangat besar.
Menurut Dasco, kebutuhan selama karantina tentu membutuhkan biaya yang tidak sedikit, mulai dari transportasi hingga PCR.
Untuk meringankan beban rakyat, Politikus Gerindra ini mendorong pemerintah agar mengevaluasi komponen-komponen biaya karantina mandiri agar tak memberatkan masyarakat.
“Jadi memang kalau menurut Satgas COVID-19, BNPB, soal karantina itu ada biaya akomodasi, PCR, transportasi. Tapi saya imbau supaya komponen-komponen biaya itu bisa dibuat agar tidak memberatkan masyarakat,” ujar Dasco kepada awak media di Kompleks Parlemen Senayan.
Terkait pemberlakuan biaya karantina mandiri ini, Dasco mendorong agar pemerintah melakukan kajian yang mendalam dan komprehensif. Apalagi dijelaskan Dasco, mayoritas rakyat Indonesia yang pulang ke Tanah Air merupakan pekerja migran.
“Saya minta makanya pemerintah harus membuat kajian yang mendalam, dihitung juga dengan benar agar tidak memberatkan rakyat. Kita ekonomi belum pulih. Kan tadi saya bilang kebanyakan yang pulang dari luar negeri itu adalah yang kerja, bukan yang jalan-jalan,” pungkasnya.
MONITOR, Jakarta - Direktorat Penerangan Agama Islam (Penais) Kementerian Agama membuka pendaftaran Bimbingan Teknis (Bimtek)…
MONITOR, Makassar - Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman meluncurkan program Lokamodal…
MONITOR, Jakarta - Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menghadiri pembukaan Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh…
MONITOR, Jakarta - Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon atau Cyber Islamic University…
MONITOR, Jakarta - Muktamar Partai Persatuan Pembangunan (PPP) direncanakan akan digelar pada tanggal 27-29 September…
MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi II DPR RI Muhammad Khozin, menanggapi rencana Pemerintah yang akan…