POLITIK

Sudarto: Klaim Kubu Gus Yahya Raup Dukungan 469 Persen Menggelikan

MONITOR, Bandar Lampung – Kubu Gus Yahya Cholil Staquf mengklaim telah mendapatkan dukungan 469 Suara. Hal ini disampaikan oleh Gus Ipul, Jubir dari kubu GYS kepada awak media sebelum pembukaan Muktamar NU.

Namun, klaim tersebut dibantah oleh Sudarto, Bendahara Umum IKA PMII. “Klaim dari Gus Ipul sangat menggelikan dan sekaligus membuktikan kepanikan kubu mereka atas pencapaian dukungan suara Kyai SAS yang semakin tidak terbendung,” ungkap Sudarto Sambil tersenyum.

“Jam 00.00 Selasa malam saja pendaftaran baru mencapai 510 pemilik suara. Pada saat yang sama para Koordinator kyai SAS masing-masing mengadakan pertemuan dengan para Ketua PCNU yang berada di bawah kendalinya. Totalnya 327 pemilik Suara dari PCNU. Daftar hadirnya komplit,” ujar Sudarto.

“Selain itu, 24 PWNU Silaturahim Bersama KH. Said Aqil Siradj Di Kompleks perumahan Gunung terang lampung. Lah terus yang diklaim hadir di acara GYS itu pemilik Suara yang mana? Ha ha ha”, ucap Sudarto sambil tertawa.

“Gus Ipul klaim 469 Cabang, padahal mayoritas PCNU di Jateng dan Jatim saja Tempat asal GYS dan Gus Ipul saja tidak mendukung mereka. Bahkan PCNU Kabupaten Rembang dan Kota Pasuruan saja tidak mendukung GYS”, tandas Bang Darto.

“Kemarin mereka klaim 16 PCNU se jawa barat mendukung GYS. Kemudian diralat turun hanya 10 PCNU pada hari yang sama,” lanjut Darto. “Padahal faktanya mereka hanya mendapatkan 5 suara PCNU saja. Mereka memang terbiasa Mark up nya 50-70 persen dan jago betul klaim ha ha ha,” sambungnya

“Info yang kami peroleh, mereka yang hadir Di kubu GYS itu adalah Rombongan liar (Romli) dan sebagian besar dari anak-anak Ansor. Terlihat jelas tuh dari muka dan bajunya”, ucap Sudarto.

“Tujuannya dari mereka mengadakan acara tersebut adalah semata-mata agar para bohir Kembali mengucurkan pendanaan yang saat ini pada ditutup”, ungkap Sudarto.

“Kalau GYS sampai dapat suara lebih dari 170 itu sudah top banget. Kalau pemilik Suara Di NU sendiri cukup cerdas. Manuver model klaim parpol seperti itu sudah nggak laku lagi. Itu hanya untuk menutupi kepanikan kubu nya saja,” pungkasnya.

Recent Posts

DEMA UIN Jakarta Gelar Aksi Simbolis, Desak Reformasi Total Institusi Polri

MONITOR, Ciputat - Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar aksi simbolis bertajuk…

2 jam yang lalu

Bimas Kristen Serahkan Rp20 Miliar untuk Pesparawi Nasional XIV 2026

MONITOR, Jakarta - Ditjen Bimas Kristen Kementerian Agama menyerahkan bantuan pelaksanaan PESPARAWI Nasional XIV sebesar…

5 jam yang lalu

Update Harga Referensi Maret 2026, CPO Naik Tipis, Harga Biji Kakao Merosot

MONITOR, Jakarta - Harga Referensi (HR) komoditas minyak kelapa sawit (Crude Palm  Oil/CPO) untuk penetapan…

7 jam yang lalu

Kemenag di UIN Mataram Bahas Beasiswa Hingga Riset Indonesia Bangkit

MONITOR, Mataram - Kementerian Agama melalui Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (PUSPENMA), Sekretariat…

9 jam yang lalu

Ramadan, Fahri Hamzah: Bisa Jadi Refleksi Bersama Elite dan Rakyat Ciptakan Persatuan

MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia sekaligus Wakil Menteri…

10 jam yang lalu

Kasus Pelecehan Atlet Panjat Tebing, DPR: Usut Tuntas dan Evaluasi!

MONITOR, Jakarta - Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, menyampaikan keprihatinan mendalam atas dugaan…

12 jam yang lalu