POLITIK

Survei Partai Demokrat dan AHY Naik Terus, Santoso: Kita Jangan Terbuai

MONITOR, Jakarta – Kader Partai Demokrat Jakarta, sekaligus anggota komisi III DPR RI, Santoso, menyambut baik hasil survei yang menempatkan Partai Demokrat dan AHY dalam posisi tinggi.

“Tentu kita bersyukur, namun juga tidak boleh terbuai. Survei itu hanya potret, dimana yang sesungguhnya adalah nanti waktu pemungutan suara. Kita akan menjadikan data survei sebagai acuan dalam pemenangan pemilu nanti,” ujar Santoso kepada MONITOR, Sabtu (11/12).

Diakui Santoso, dalam beberapa lembaga survei keberadaan Partai Demokrat selalu menepati papan atas. Bahkan, belakangan ini hasil survei yang dilakukan Lembaga Analis dan Konsultan Sosial Politik Indonesia, Centre for Indonesia Strategic Actions (CISA), menyebut Partai Demokrat bertengger diposisi ke 2 setelah PDIP.

Mantan anggota DPRD DKI ini pun menyebut, dari survey ini menyebutkan, jika pileg dilakukan hari ini, maka posisi Partai Demokrat juga bertengger diposisi ke 2 dan ada golkar di bawahnya kemudian Gerindra, PKB dan PKS

‘Kenaikan Demokrat ini juga bisa dilihat dari temuan perihal elektabilitas tokoh (kandidat) Capres di 2024 jika dilakukan pada simulasi 15 nama figur maka Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) berada di urutan ke 3 Calon Presiden yang elektabilitasnya tinggi.

Seperti diketahui, hasil survei yang dilakukan CISA, menunjukkan elektabilitas Partai Demokrat membayangi elektabilitas PDI Perjuangan (PDIP) yang berada diurutan pertama. “PDIP sukses mengungguli partai politik lainnya dengan 24,92 persen, disusul Partai Demokrat pada urutan kedua yang melejit dengan 18,83 persen dan posisi ketiga Partai Golkar yang mendapatkan 13,09 persen,” ujar Direktur Eksekutif CISA, Herry Mendrofa dalam keterangan tertulisnya, kepada wartawan, di Jakarta, Jumat (10/ 12).

Selanjutnya, Partai Gerindra kembali menguat pada posisi keempat dan meraup 10,5 persen, kemudian posisi kelima Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang mendapatkan 10,25 persen, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) 6,5 persen, dan Partai NasDem yang meraih 5,75 persen.

“Partai Amanat Nasional (PAN) sebesar 3,66 persen, sedangkan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) hanya mendapatkan 2,92 persen dan 3,58 persen yang memilih parpol lainnya,” kata Herry.

Menurutnya, hasil survei ini merupakan “review” termin keempat atau sesi terakhir survei CISA tahun 2021 setelah sebelumnya merilis survei ketiga pada September 2021. Survei CISA dimulai sejak tanggal 1-7 Desember 2021 yang menyasar 1.200 responden di 34 provinsi secara proporsional. Penarikan sampel dengan menggunakan metode”simple random sampling” dengan “margin of error” mencapai 2,85 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Recent Posts

Keselamatan Jemaah Harus Diutamakan di Tengah Eskalasi Konflik Saudi-Houthi

MONITOR, Jakarta - Komnas Haji dan Umrah meminta pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan penyelenggaraan perjalanan…

6 menit yang lalu

Ada Teleskop Computerized dan Theodolite di MTQ Nasional XXXI, Intip Keseruannya

MONITOR, Semarang — Gelaran Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Semarang tidak…

38 menit yang lalu

Hafal 30 Juz di Usia 10 Tahun, Peserta MTQ Nasional ke-31 Asal Sumbar Ini Bagikan Kuncinya

MONITOR, Semarang - Menghafal Al-Qur’an 30 juz membutuhkan ketekunan dan konsistensi. Bagi Muslim Dermiwa Riko…

45 menit yang lalu

Kemenhaj Blokir Travel PT JGroup dan PT Annisa Ahmada Travelindo

MONITOR, Jakarta — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Pengendalian Penyelenggaraan…

45 menit yang lalu

Kementan Apresiasi GOPAN, Dorong Peternak Rakyat Jadi Bagian Kuat Ekosistem Perunggasan

MONITOR, Tanegrang — Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong penguatan ekosistem perunggasan nasional dengan menempatkan peternak rakyat…

48 menit yang lalu

GODF 2026 Qingdau, Prof Rokhmin beberkan Potensi Akuakultur RI dan Tantangan Pembiayaan

MONITOR - Indonesia memiliki potensi ekonomi akuakultur yang diperkirakan mencapai US$210 miliar per tahun, namun…

11 jam yang lalu