Minggu, 2 Oktober, 2022

Asosiasi Advokat Indonesia Siap Gelar Munas 2022 di Bandung Secara Hybrid

MONITOR, Jakarta – Asosiasi Advokat Indonesia (AAI) siap melaksanakan Musyawarah Nasional (Munas) secara hybrid, pada 11 hingga 13 Februari 2022, di Bandung, Jawa Barat.

Ketua AAI, Muhammad Ismak, mengatakan pelaksanaan Munas ini pertama kalinya diselenggarakan secara hybrid. Sebab, hal ini disesuaikan dengan situasi pandemi Covid-19.

“Ini juga Munas AAI baru pertama kali secara hybrid dan akan diikuti lebih dari 2.000 orang (peserta),” kata Ismak, sapaannya, saat acara Rapimnas AAI 2021 di Jakarta, Sabtu (11/12/2021).

Dia melanjutkan, peserta Munas AAI 2022 pun tidak seluruhnya dihadirkan dalam satu ruang. Oleh sebab itu, kata Ismak, hal tersebut lagi-lagi disesuaikan dengan situasi pandemi Covid-19 sehingga dapat menerapkan protokol kesehatan secara baik.

- Advertisement -

Dia menambahkan, tujuan Munas tersebut guna melakukan pemilihan Ketua AAI selanjutnya. Nantinya, para peserta Munas AAI 2022 juga dibagi ke beberapa Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang tersebar di Indonesia.

“Kemudian, selebihnya itu dibagi ke beberapa TPS dan akan ditentukan. Jadi, tetap konsepnya memilih orang (Ketua AAI) dan dimasukkan ke kotak suara,” jelasnya.

“Karena calon Ketua AAI harus tetap dipilih, nih. Karena sisa waktu kepemimpinan saya sudah selesai di 2020,” tambah Ismak.

Ketua Pelaksanaan Rapimnas AAI 2021, Hendrik Priyatna SH MH, menyatakan lokasi Munas di Bandung menjadi tempat utama.

“Ini akan dilaksanakan di Bandung sebagai tempat utama. Sementara lainnya berdasarkan TPS yang akan ditentukan,” kata Hendrik, pada kesempatan yang sama.

“Ya, artinya online itu hanya visualisasinya saja. Tapi, pelaksanaannya akan dipecah ke beberapa tempat untuk mengatasi peraturan yang tidak memungkinkannya untuk berkumpul sampai dua ribu (2.000) peserta,” sambungnya.

Disisi lain, Humas Rapimnas AAI 2021, Sexio Yuni Noor Sidqi SH MH, berharap Munas AAI 2022 dapat berjalan lancar sesuai harapan.

“Karena jika tiba-tiba dibatalkan, ini bisa menimbulkan gejolak lagi, jadi harus kita laksanakan, dan harapannya bisa berjalan dengan lancar,” pungkasnya.

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

TERPOPULER