MEGAPOLITAN

Warga Keracunan Nasi Kotak Diduga dari PSI, Viani Limardi: Usut Tuntas!

MONITOR, Jakarta – Anggota DPRD DKI Jakarta, Viani Limardi, angkat suara terkait kasus keracunan puluhan warga Kelurahan Koja, Jakarta Utara, usai mengkonsumsi nasi kotak yang diduga pemberian Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Mantan kader PSI ini, meminta agar kasus keracunan tersebut bisa usut tuntas.

Menurut Viani, kasus tersebut harus diusut tuntas sehingga pangkal permasalahannya dapat diketahui. Jangan malah menyalahkan pelaku UKM yang perupakan pemilik warung penyedia makanan.

“Masalahnya dimana harus diusut tuntas, benar nggak warungnya yang itu? Dan benar nggak kesalahan ada di warung?,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (26/10).

Viani pun mengaku prihatin atas kejadian tersebut, terlebih korban yang berjatuhan merupakan anak-anak dan orangtua karena memiliki resiko sangat rentan pada saat pandemi Covid-19.

“Disamping itu kan memang PSI sering sekali bagi-bagi (rice box atau nasi kotak) dengan jumlah lumayan banyak, sehingga jangan sampai nanti terurang lagi,” ungkapnya.

Lebih lanjut dikatakan Viani, bahwa pada saat dirinya masih menjadi kader PSI program serupa berupa bagi-bagi nasi kotak juga kerap dilakukan, namun,sambungnya, insiden sampai adanya warga yang keracunan tidak pernah terjadinya.

“Kalau selama ini selama tim saya yang heandel tidak ada masalah ya, tapi team saya sudah lepas program ini. Jadinya saya sekarang kurang tahu siapa dan kenapa bisa begitu,” imbuhnya.

Diketahui, puluhan warga di wilayah Kelurahan Koja, Jakarta Utara keracunan usai menyantap nasi kotak yang dibagikan Partai Solidaritas Indonesia (PSI), pada Minggu (24/10). Korban yang sebagian besar anak dan wanita tersebut, kemudian dilarikan ke RSUD Koja untuk mendapatkan perawatan.

Kasusnya pun kini masih ditangani Polsek Koja, dan petugas berkordinasi dengan puskesmas telah mengambil sampel sisa nasi kotak untuk dilakukan pemeriksaan.

Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DKI Jakarta Michael mengatakan, tidak membuat makanan yang dibagikan dalam bentuk ricebox atau nasi kotak.

Menurutnya, pembagian maupun penghimpunan terhadap dukungan program ricebox tersebut dari masyarakat bekerjasama dengan warung-warung dan UMKM.

“Sejauh ini sudah lebih dari 300 ribu ricebox yang dibagikan di seluruh Indonesia dan selama ini semua berjalan baik,” terang Michael melalui keterangan tertulisnya, Senin (25/10).

Ditambahkannya, terkait adanya kejadian yang mengakibatkan puluhan warga keracunan setelah menyantap nasi box di Koja, Jakarta Utara, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan pihak Puskesmas dan Rumah Sakit untuk memastikan korban tertangani.

“Kami mohon maaf atas hal-hal yang kita bersama tidak harapkan. Kami juga telah memberikan bantuan bagi para korban keracunan makanan,” pungkasnya.

Recent Posts

Puan Soal Krisis Murid di Sekolah Negeri: Harus Jadi Alarm Tata Ulang Pelayanan Pendidikan Dasar Nasional

MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani menyoroti fenomena sekolah negeri yang kekurangan murid…

28 menit yang lalu

Dorong HKI PVT, Pusat PVTPP Kementan Terus Tingkatkan Inovasi Varietas Unggul

MONITOR, Jakarta - Pusat Pelindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PVTPP), Kementerian Pertanian (Kementan) terus…

4 jam yang lalu

Antisipasi PPPK Dirumahkan Buntut Efisiensi, Legislator Sebut Lebih Baik Hapus Kegiatan Seremonial

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi II DPR RI Muhammad Khozin menyoroti fenomena dirumahkannya Pegawai Pemerintah…

16 jam yang lalu

Gunung Anak Krakatau Aktif, Puan Dorong Kesiapsiagaan Nasional Demi Keselamatan Masyarakat

MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani meminta Pemerintah melakukan persiapan yang matang menyusul…

16 jam yang lalu

BBM Nelayan Rp15.000, GNTI: Benahi Akses dan Tata Kelola agar Kebijakan Tepat Sasaran

MONITOR, Jakarta – Ketua PP Gerakan Nelayan Tani Indonesia (GNTI) Bidang Nelayan, Sarana dan Prasarana,…

1 hari yang lalu

LSAK Desak Presiden Copot Jaksa Agung, Sebut Jadi Tolok Ukur Independensi Pengusutan Dugaan Korupsi Eks Jampidsus

MONITOR, Jakarta – Lembaga Studi Anti Korupsi (LSAK) mendesak Presiden segera mencopot Jaksa Agung ST.…

1 hari yang lalu