PARLEMEN

PAN Tolak Kebijakan Syarat PCR Bagi Penumpang Pesawat

MONITOR, Jakarta – Kebijakan wajib PCR bagi penumpang pesawat menimbulkan kritik ditengah masyarakat. Anggota Komisi V DPR Fraksi PAN Athari Gauthi Ardi menilai syarat ini akan memberatkan penumpang.

Bahkan dikatakan Athari, syarat wajib PCR meskipun penumpang pesawat sudah mendapat vaksin kedua justru akan berdampak buruk bagi mobilitas masyarakat

“Kebijakan ini juga berdampak negatif bagi maskapai karena bisa menurunkan jumlah penumpang pesawat,” ujar Athari Gautardi dalam keterangannya, Selasa (26/10/2021).

Legislator dari Sumatera Barat ini menegaskan, syarat wajib PCR bagi penumpang pesawat yang sudah mendapatkan vaksin dosis kedua tentu akan berdampak buruk, baik bagi penumpang maupun pihak maskapai, sehingga kebijakan ini harus ditolak.

“Kami menolak aturan ini diberlakukan,” tegas Athari.

Recent Posts

JPPI: SPMB 2026 Masih Gagal Menjamin Hak Pendidikan Anak

MONITOR, Jakarta – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 kembali menuai kritik. Jaringan Pemantau…

6 jam yang lalu

Kampanye Produk Dalam Negeri, Kemenperin Ajak Masyarakat Pakai Peralatan Sekolah Lokal

MONITOR, Jakarta - Menyambut tahun ajaran baru 2026/2027, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengajak masyarakat untuk semakin…

9 jam yang lalu

Gus Hery Silaturahim ke Murid Langsung KH Hasyim Asy’ari, Mohon Doa Restu Ikhtiar Maju sebagai Ketua Umum PBNU

MONITOR, Bangka Belitung – Suasana hangat dan penuh kekhidmatan menyelimuti kediaman Mbah Sarmidi Mangunwilogo Cokrodiningrat,…

10 jam yang lalu

Komisi II DPR Sebut RUU Adminduk Pertegas Transformasi Layanan, NIK Akan Jadi Identitas Tunggal

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi II DPR RI Muhammad Khozin mengungkap bahwa Rancangan perubahan UU…

12 jam yang lalu

Masa Depan Indonesia Ditentukan oleh Keberanian Mengubah Paradigma Pembangunan dari Eksploitasi SDA ke Blue Economy

MONITOR, Banjarmasin - Masa depan Indonesia sangat ditentukan oleh keberanian mengubah paradigma pembangunan dari ekonomi…

13 jam yang lalu

MoU Penghentian Perang AS-Iran Dinilai Rapuh

MONITOR, Jakarta - Analisis Dunia Islam dan Timur Tengah (Timteng) Mahfuz Sidik mengatakan, seluruh negara…

14 jam yang lalu