Aktivis HAM Natalius Pigai/ dok: Detik.com
MONITOR, Jakarta – Keberadaan smelter milik PT Freeport Indonesia di kawasan ekonomi kreatif Gresik membuka peluang kerja bagi masyarakat sekitar.
Hal ini diakui Presiden Joko Widodo, yang menyebut proyek tersebut sudah menyerap sebanyak 40.000 tenaga kerja meskipun baru tahap konstruksi.
“Dalam masa konstruksi saja akan ada 40.000 tenaga kerja yang bisa bekerja, artinya yang terbuka lapangan pekerjaan ini akan banyak sekali di Kabupaten Gresidk dan di provinsi Jawa Timur, belum nanti kalau sudah beroperasi,” ujar Jokowi ketika groundbreaking smelter PT Freeport Indonesia di kawasan ekonomi khusus Gresik, Selasa 12 Oktober 2021 lalu.
Menyinggung serapan tenaga kerja ini, Aktivis HAM Natalius Pigai menilai keberadaan proyek tersebut tidak adil bagi masyarakat Papua.
Natalius, yang merupakan mantan Komisioner Komnas HAM ini mempertanyakan keberpihakan pemerintah terhadap Papua. Ia pun menyayangkan kebijakan tersebut.
“Ini tidak adil bagi Papua. Papua dapat apa? Semua yang baik akan terlihat, yang buruk juga akan ketahuan. Saya bukan orang jahat, Saya pembela kemanusiaan dan keadilan!” tandas Natalius Pigai, dalam keterangannya.
MONITOR, Jakarta - Panitia Kerja (Panja) Penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Satu Data Indonesia (SDI)…
MONITOR, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan agar suku bunga program Permodalan Nasional Madani (PNM)…
MONITOR, Surakarta - Wakil Ketua Komisi X DPR RI MY Esti Wijayati memberikan catatan kritis…
MONITOR, Badung - Wakil Menteri UMKM, Helvi Yuni Moraza melakukan kunjungan kerja ke Koperasi Simpan…
MONITOR, Bali – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bersama Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat…
MONITOR, Jakarta — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia mengingatkan seluruh jemaah haji Indonesia untuk…