Direktur Eksekutif Democracy and Electoral Empowerment Partnership (DEEP), Neni Nur Hayati.
MONITOR, Jakarta – Direktur Democracy and Electoral Empowerment Partnership (DEEP) Indonesia, Neni Nur Hayati, mendorong kepada 11 orang nama tim seleksi Calon KPU Bawaslu terpilih untuk terbuka kepada publik atas proses seleksi pemilihan KPU-Bawaslu.
Neni meyakini bahwa timsel yang terpilih memiliki kredibilitas, reputasi, rekam jejak yang baik serta dapat menunjung tinggi nilai independensi dan integritas, memahami kepemiluan, penegakan hukum sesuai dengan yang diamanatkan dalam UU Pemilu.
Kendati demikian, ia mengingatkan agar tim seleksi juga mesti melibatkan masyarakat dan berkenan untuk menerima masukan dan saran.
“Sebab, dalam ruang demokrasi partisipasi publik menjadi hal yang sangat penting agar anggota KPU dan Bawaslu terpilih nanti adalah yang mampu menjawab tantangan dan problematika kompleks pemilu 2024 serta mampu bekerja secara baik, berkualitas dan berintegritas,” ujar Neni Nur Hayati dalam keterangannya, Selasa (12/10/2021).
Tidak hanya itu, disebutkan Neni, partisipasi publik juga memberikan jaminan bahwa timsel bekerja secara mandiri, profesional dan independen yang terbebas dari kelompok kepentingan organisasi dan kelompok tertentu. Menurutnya, transparansi dan akuntabilitas tim seleksi juga dilakukan agar dapat meningkatkan trust publik.
“Maka, buka kanal-kanal yang menjadi hak publik itu seluas-luasnya dan selebar-lebarnya. Semakin terbuka, maka kerja timsel akan semakin terpercaya dan tidak menimbulkan kecurigaan dari masyarakat,” imbuh Neni.
MONITOR, Jakarta - Direktorat Pesantren Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama malam ini menggelar Istiqasah…
MONITOR, Jakarta - Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Asep Saepudin Jahar, mengajak seluruh civitas academica…
MONITOR, Jakarta - Gelombang aksi unjuk rasa mahasiswa dan elemen masyarakat yang menolak besarnya gaji…
MONITOR, Jakarta - DPP Partai Amanat Nasional (PAN) secara resmi menonaktifkan Eko Hendro Purnomo alias…
MONITOR, Jakarta – Jaringan GUSDURian menilai Kapolri gagal bertanggung jawab atas berulangnya tindakan represif yang…
MONITOR, Jakarta - Ketua Umum Partai NasDem memutuskan untuk menon-aktifkan Ahmad Sahroni dan Nafa urbach…