Sidang perkara penyebaran berita bohong babi ngepet di Pengadilan Negeri Depok
MONITOR, Depok – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Depok berencana menghadirkan dua ahli bahasa dalam persidangan lanjutan penyebaran berita bohong babi ngepet pada Selasa, 12 Oktober mendatang.
Menurut Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri (Kejari) Depok Andi Rio Rahmatu, kedua ahli bahasa tersebut berasal dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dan Universitas Trisakti.
“Mereka adalah profesor dari Universitas Pendidikan Indonesia dan Ahli Sosiolog dari Universitas Trisakti,” kata Andi Rio dalam siaran pers yang diterima MONITOR, Selasa (05/10).
Disebutkannya, sidang perkara berita bohong babi ngepet dengan terdakwa Adam Ibrahim alias Adam bin H. Luki (44), saat ini telah memasuki agenda pembuktian oleh JPU Alfa Dera dan Putri Dwi.
Hari ini, lanjut Andi Rio, JPU kembali menghadirkan dua orang saksi, yakni saksi atas nama Didi Candra dan saksi Iwan Kurniawan.
“Jadi total sudah 7 saksi yang di hadirkan oleh Jaksa penuntut umum Alfa Dera dan Dwi Putri, yang mana seluruh saksi-saksi dihadirkan kesemuanya menerangakan sesuai apa yang didakwakan oleh Jaksa penuntut umum,” ungkap Andi Rio.
MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi II DPR RI, Mardani Ali Sera menyampaikan keprihatinan atas insiden…
MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher menyampaikan keprihatinan mendalam atas…
MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi IX DPR RI Nurhadimempertanyakan komitmen Pemerintah dalam mewujudkan kemandirian vaksin…
MONITOR, Jakarta — UIN Syarif Hidayatullah Jakarta resmi menjadi tuan rumah International Seminar and The…
MONITOR, Jakarta - Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso menilai terdapat sejumlah kejanggalan…
MONITOR, Jakarta — Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan bahwa Indonesia masih menghadapi tantangan dalam membangun ekosistem ketenagakerjaan…