PERTANIAN

Ini Upaya Kementan Jaga Stabilitas Ayam Ras Petelur

MONITOR, Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) terus berupaya melakukan stabilitasi harga telur ayam ras di tingkat peternak. Harga telur sendiri sejatinya dipengaruhi oleh banyak faktor.

Direktur Jenderal PKH, Nasrullah menyampaikan, harga telur ayam ras sangat dipengaruhi oleh volume supply di kandang dan daya serap pelaku pasar. Sedangkan, volume supply di kadang sangat tergantung dari stuktur umur induk dan sebaran produksi puncak tidak merata setiap bulan.

“Jadi banyak faktor yang mempengaruhi harga telur ras di tingkat peternak, termasuk dinamika perkembangan supply dan demand telur ayam ras,” ujar Nasrullah.

Nasrullah menambahkan, pola konsumsi yang bersifat musiman (seasonal) juga menjadi faktor lain. Di samping poduksi telur yang tinggi di daerah sentra mempengaruhi peternak dan pelaku pasar mencari potensi pasar di daerah yang memiliki trend harga stabil dan lebih tinggi.

“Akibat mekanisme pasar dan distribusi telur antar daerah, harga telur ayam ras fluktuatif. Ditambah adanya kebijakan PPKM pengaruhi konsumsi telur ayam ras mengalami penurunan,” jelas Nasrullah.

Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak Ditjen PKH, Sugiono mengatakan, terkait dinamika supply and demand yang mempengaruhi harga telur ras di tingkat peternak, penurunan demand yang terjadi memang diakibatkan karena belum pulihnya perekonomian pasca kebijakan PPKM.

“Banyak tempat yang belum buka secara normal. Selain itu, hajat juga belum sepenuhnya berjalan dengan lancar,” ungkap Sugiono.

Meski demikian, jika dilihat dari sisi supply pada bulan Septermber tahun 2021 neraca surplusnya tercatat sebanyak 33.280 ton. Sedangkan harga telur ayam ras menurut laporan PIP di daerah sentra produksi terutama di Pulau Jawa pada Minggu ke-3 September 2021 tercatat Rp14.500-16.000/kg.

“Kondisi pandemi selama dua tahun ini sangat mempengaruhi daya beli, dimana semua pelaku usaha mayoritas sedang merugi. Sedangkan produksi telur oleh peternak tidak berkurang,” tambah Sugiono.

Plt. Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan (PPHNAK), Makmun menjabarkan, perkembangan rata-rata harga telur ayam ras tingkat produsen dan konsumen periode Juli 2021 s/d minggu ke-3 September 2021 memang menurun.

Ia mengatakan, stabilisasi harga telur ayam ras akan dilakukan dengan berkoordinasi dengan Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah untuk melakukan penyerapan telur ayam ras dari peternak. Misalnya, mendorong pemanfaatan kembali telur ayam ras dari peternak menjadi bagian dalam bantuan sosial.

“Di samping dalam rangka pencegahan stunting di seluruh Indonesia dengan meningkatkan konsumsi telur ayam ras,” tutur Makmun.

Recent Posts

Kemenag Siapkan Lima Program untuk Perkuat Masa Depan Santri dan Pesantren

MONITOR, Jakarta - Kementerian Agama mempersiapkan lima program untuk memperkuat masa depan santri dan pesantren.…

2 hari yang lalu

Jasa Marga Optimalkan Preservasi Jalan Tol untuk Jaga Keandalan dan Kelancaran Perjalanan

MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk melalui anak usahanya, PT Jasamarga Tollroad Maintenance…

2 hari yang lalu

Syarat dan Cara Daftar Pelatihan Vokasi bagi Pekerja Terdampak PHK

MONITOR, Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menjelaskan persyaratan dan mekanisme pendaftaran program pelatihan vokasi bagi…

2 hari yang lalu

Dua Tahun Prabowo–Gibran, Memperkuat Swasembada Pangan Berkelanjutan

MONITOR, Jakarta - Dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka…

2 hari yang lalu

Menhaj Buka Expo UMKM di Yogyakarta, Dorong Produk Lokal Masuk Rantai Pasok Haji

MONITOR, Yogyakarta - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mendorong produk unggulan daerah masuk ke rantai…

2 hari yang lalu

Ketua IDI Lebak: Psikosomatik Bukan Sakit Pura-Pura, Stres Bisa Picu Keluhan Fisik

MONITOR, Lebak — Tekanan pikiran dan persoalan emosional tidak hanya memengaruhi kondisi psikologis, tetapi juga dapat…

2 hari yang lalu