INDUSTRI

Optimalkan Daya Saing Industri, Kemenperin Pacu Kualitas Standar Produk

MONITOR, Jakarta – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memberi dukungan kepada sektor industri agar dapat mengoptimalkan manajemen daya saingnya melalui peningkatan kualitas. Hal ini untuk dapat memenuhi persyaratan mutu yang ditetapkan pasar. Selain itu, industri perlu melakukan inovasi atau optimalisasi teknologi sehingga dapat menjalankan bisnis yang efektif dan efisien.

Menurut Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita, Kemenperin menginisiasi penerapan standardisasi dan optimalisasi teknologi industri guna mewujudkan pembangunan sektor industri yang mandiri, berdaulat, maju, berkeadilan, dan inklusif.

“Langkah strategis yang telah dilakukan antara lain dengan peningkatan jumlah Standar Nasional Indonesia (SNI), simplifikasi prosedur pemenuhan SNI, dan memperkuat lembaga penilaian kesesuaian,” tuturnya di Jakarta, Rabu (22/9).

Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kemenperin, Doddy Rahadi mengatakan, di dalam industri manufaktur, produsen yang mampu menghasilkan produknya sesuai persyaratan standar, juga akan memperoleh peningkatan persepsi akan kualitas (perception of quality) produk.

“Artinya, standar juga berfungsi sebagai isyarat pasar untuk memberi jaminan kualitas bagi konsumen,” ujarnya.

Melihat pentingnya peningkatan daya saing industri dalam memperluas pangsa pasar, kehadiran lembaga penilai kesesuaian beserta seluruh faktor pendukungnya, termasuk kalibrasi, berperan penting dalam hal ini, terutama melalui program strandardisasi.

Dilatarbelakangi kesadaran ini, BSKJI Kemenperin melaksanakan Bimtek Akbar seri 2 tahun 2021 pada Selasa (21/9) lalu. Tema yang diusung dalam penyelenggaraan bimtek adalah Peran Penilaian Kesesuaian pada Standardisasi Industri untuk Mendorong Daya Saing Industri Nasional.

“Manfaat dari bimtek ini adalah menyiapkan kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM) industri dalam hal kalibrasi alat dan mesin pengujian produk yang akan digunakan untuk pengujian produk baik di perusahaan industri maupun lembaga penilai kesesuaian dalam rangka penguatan penjaminan mutu produk industri nasional,” papar Doddy.

Penyelenggataan bimtek tersebut, lanjutnya, sejalan tekad Kemenperin dalam upaya meningkatkan kompetensi SDM industri. Hal ini sesuai pula dengan implementasi program prioritas pada peta jalan Making Indonesia 4.0.

“Melalui bimtek ini, peserta diharapkan memahami metode kalibrasi untuk penjaminan mutu produk industri. Setelah itu, mereka dapat menerapkan pengetahuan khususnya terkait jaminan kebenaran pengukuran yang meliputi standar pengukuran, kompetensi proses pengukuran, estimasi ketidakpastian, dan ketelusuran proses untuk meningkatkan kualitas produk industri nasional,” tandasnya.

Selama masa pandemi, sepanjang tahun 2020 sampai Agustus 2021, BSKJI Kemenperin telah menunjukkan peranannya dalam pendampingan secara langsung terhadap pengembangan SDM industri dengan menyelenggarakan berbagai kegiatan yang melibatkan lebih dari 46.000 peserta yang berasal dari berbagai sektor industri. Pada Bimtek BSKJI seri 2 ini diikuti sebanyak 2.000 peserta.

“Dengan pelaksanaan pendampingan secara berkelanjutan, diharapkan ke depannya industri mampu meningkatkan pengetahuan dan keahlian SDM industri sehingga meningkatkan kualitas produk dan meningkatkan daya saing industri nasional,” tutur Doddy.

Melalui berbagai upaya strategis tersebut, Kepala BSKJI optimistis sektor industri akan berperan penting dalam upaya mengakselerasi pemulihan ekonomi nasional.

“Selama ini sektor industri merupakan motor penggerak terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia,” ujarnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, pada triwulan II – 2021, kinerja industri pengolahan nonmigas mengalami pertumbuhan sebesar 6,91%, seiring dengan pertumbuhan ekonomi nasional yang juga positif sebesar 7,07%.

Berbagai langkah telah dilakukan Kemenperin untuk meningkatkan nilai tambah sektor industri di tanah air, antara lain mendorong hilirisasi, substitusi impor, dan mendorong industri dalam negeri sebagai bagian rantai pasok global.

“Dengan penguasaan kalibrasi sebagai langkah peningkatan daya saing, Kemenperin mengharapkan pangsa pasar yang semakin luas bagi produk-produk dalam negeri, sehingga strategi yang diupayakan dapat berhasil optimal,” pungkasnya.

Recent Posts

Kemenag Serahkan Dua Ton Kurma dan 1.000 Mushaf Al-Qur’an di IKN

MONITOR, Jakarta - Sebanyak dua ton kurma bantuan dari Kerajaan Arab Saudi dan 1.000 mushaf…

54 menit yang lalu

AKLP Soroti Dampak Impor 105 Ribu Pick-Up India bagi Industri Kaca

MONITOR, Jakarta - Rencana kebijakan impor 105.000 unit kendaraan pick-up dalam bentuk utuh atau Completely…

4 jam yang lalu

Usai Terima Laporan Kenaikan, Mentan Amran Sidak Pasar, Harga Langsung Turun 15 Ribu

MONITOR, Jakarta - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman langsung turun ke lapangan usai menerima…

6 jam yang lalu

Wujud Empati, Panglima TNI Hadir Kuatkan Keluarga Prajurit Marinir yang Gugur

MONITOR, Jakarta - Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto didampingi Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana…

8 jam yang lalu

Tidak Ada Kebijakan Zakat untuk MBG, Kemenag: Penyalurannya Sesuai Syariat untuk Delapan Asnaf

MONITOR, Jakarta - Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik (HKP) Kementerian Agama, Thobib Al Asyhar,…

8 jam yang lalu

Kasum TNI Tegaskan Peran Berkelanjutan TNI dalam Penanganan Bencana di Sumatra

MONITOR, Jakarta - Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letnan Jenderal TNI Richard Tampubolon menegaskan bahwa…

11 jam yang lalu