Senin, 27 September, 2021

Tingkatkan Daya Saing Ekspor, Kementan Dorong Perbaikan Kualitas Kacang Tanah

MONITOR, Jakarta – Kacang tanah adalah jenis kacang-kacangan yang berasal dari dataran Amerika Selatan. Sebutannya beragam, dari peanuts, groundnuts, hingga goobers. Uniknya, kacang tanah bukanlah ‘kacang sesungguhnya’ seperti kacang mete dan almon.

Jenis kacang yang satu ini tumbuh di dalam tanah dan termasuk dalam kelompok leguminosa. Ini berarti kacang tanah lebih mirip dengan kacang kacang polong, serta kacang kedelai.

Amerika Serikat merupakan salah satu negara produsen dan konsumen kacang tanah utama di dunia. Amerika Serikat memiliki pangsa pasar yang besar untuk produk kacang tanah olahan, dimana Indonesia adalah eksportir produk kacang tanah salah satunya.

Atase Perdagangan Washington DC, Wijayanto, dalam acara Webinar Propaktani Episode 85 melalui zoom & youtube.com/propaktani , tanggal 3 September 2021 mengatakan penduduk Amerika merupakan masyarakat yang konsumtif, sehingga bisa dibilang Amerika adalah pasar potensial untuk produk makanan, salah satunya kacang tanah.

- Advertisement -

“Beberapa produk derivatif kacang tanah di pasar Amerika antara lain roasted peanut, peanut butter, peanut flour dan biodiesel,” ujarnya.

Lebih lanjut Wijayanto menyebut persaingan harga yang ketat dan tuntutan kualitas tinggi merupakan tantangan utama bagi eksportir untuk memasuki pasar Amerika. Secara umum, keunggulan tersebut dimiliki oleh perusahaan besar dengan economies of scale.

“Namun demikian, eksportir masih sangat berpeluang untuk menembus pasar Amerika, khususnya produk makanan olahan kacang tanah maupun produk unik yang berkualitas tinggi khas Indonesia,” lanjutnya.

Peluang ini memberi rangsangan untuk mendongkrak produksi dalam negeri. Koordinator Kelompok Aneka Kacang Lain, Direktorat Aneka Kacang dan Umbi Ditjen Tanaman Pangan, Rahayu D, yakin bahwa prospek pasaran kacang tanah sangat baik. Apalagi lanjutnya, banyak perusahaan swasta yang bermitra dengan petani untuk mendapatkan bahan baku.

Salah satu wilayah sentra terbesar kacang tanah ada di Pati, Jawa Tengah. Pati merupakan daerah sentra produksi kacang tanah. Wilayah selingkaran Gunung Muria merupakan lahan agroklimat yang sangat cocok untuk tanaman kacang tanah. Selain itu, di Pati terdapat pabrik – pabrik besar pengolahan kacang tanah, seperti PT. Dua Kelinci, PT. Garuda Food, PT. Guna Nusa Era Mandiri, FA. Sinar Jaya dan CV. Mojo Agung.

Namun, menurut pengakuan Detrihend Febrinaldi, Petugas Penyuluh Pertanian Kabupaten Pati, akses petani/kelompok tani untuk langsung menuju pabrik besar masih terkendala mutu dan kontinuitas. Di samping itu sistem tebas (ijon) sangat mengurangi mutu kacang.

“Ini yang menjadi tugas kita bagaimana meningkatkan kualitas untuk memenuhi standar perusahaan,” paparnya.

Pengembangan produk kacang tanah terus dilakukan pelaku usaha sebagai bentuk inovasi. Salah salah satunya yang dilakukan oleh PT Dua Kelinci. Head of Area Int, Indra Hermanto menceritakan sebelum tahun 2017 ekspor kacang tanah dalam bentuk komoditi, tapi sejak tahun 2017 ekspor sudah dalam bentuk produk jadi dengan penambahan varian produk seperti kacang rasa bawang dan kacang sangria sebagai daya saing. Bahkan, menurutnya tahun 2019 terjadi peningkatan ekspor kacang tanah, yang mana lebih banyak supplai untuk Privet Brand (OEM) ke Supermarket Chains.

Kementerian Pertanian terus mendorong ekspor produk pertanian.

“Supaya nilai ekspor kacang tanah tinggi, kita harus hilirisasi produk-produk pangan. Dengan demikian, ada nilai tambah di kita,” ujar Dirjen Tanaman Pangan, Suwandi saat diwawancara terpisah.

Upaya peningkatan ekspor produk olahan kacang tanah ini sejalan dengan Program Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo untuk menambah ragam komoditas ekspor dalam bentuk olahan hasil pertanian.

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

TERPOPULER