Senin, 20 September, 2021

Kementan Dorong Kembangkan Ubi Jalar Seiring Permintaan Tinggi dari Korsel

MONITOR, Jakarta – Indonesia merupakan negara terbesar ke-3 dalam hal keanekaragaman hayati (biodiversity). Terdapat 77 jenis sumber karbohidrat, 75 jenis sumber protein, 110 jenis sumber rempah dan bumbu, 40 jenis bahan minuman, 389 jenis buah-buahan, 228 jenis sayuran dan 26 jenis kacang-kacangan. Salah satu jenis keragaman hayati di Indonesia yang potensial adalah Ubi Jalar.

Direktur Aneka Kacang dan Umbi Ditjen Tanaman Pangan Kementan Amirudin Pohan dalam Webinar Series episode ke 81 yang diselenggarakan Ditjen Tanaman Pangan melalui zoom dan youtube.com/propaktani, mengatakan ubi jalar memiliki beberapa prospek yang gemilang karena memiliki peluang pengembangan yang besar.

“Peluang yang paling besar yakni di pasar ekspor karena produk asal Indonesia ini banyak diminati negara luar,” ujarnya.

Senada dengan yang disampaikan Amirudin, Atase Perdagangan KBRI Seoul Dwinanto Rumpoko mengatakan peluang ekspor sangat besar ke Korea Selatan seiring dengan permintaan yang tinggi. Kendala cuaca menyebabkan produksi Ubi Jalar di Korea Selatan menurun, maka impor menjadi jalan keluar bagi Korea Selatan dalam memenuhi kebutuhan domestiknya.

- Advertisement -

“Biasanya Korea Selatan melakukan impor bedasarkan kuota dengan kuantitas yang besar. Ini kesempatan emas untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produk Ubi Jalar di Indonesia,” sebutnya.

Hal ini dibenarkan oleh pelaku usaha. Termasuk Putut Prastowo dari PT Indowoyang, salah satu ekspotir pertanian yang fokus pada Ubi Jalar menyebut realisasi ekpor produk Ubi Jalar terus meningkat sejak tahun 2017 hingga tahun 2020.

“Kebanyakan permintaan datang dari negara Asia Timur seperti Jepang, Hong Kong, China dan Korea Selatan,” sebutnya.

Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong pengembangan ubi jalar sebagai produk pangan lokal. Sebagai bagian dari upaya menghidupkan perekonomian nasional, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menggenjot gerakan konsumsi pangan lokal pangan untuk diversifikasi.

Intervensi bantuan diberikan Kementan seperti pada tahun 2021 ini dilakukan pengembangan ubi jalar seluas 2.000 Ha di 5 Provinsi antara lain Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Papua dan Papua Barat. Tak hanya dari budidaya tapi juga akan dikembangkan aspek hilirisasinya.

Terkait upaya ini, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Suwandi mengatakan ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk membangkitkan pangan lokal Indonesia. Pertama, dengan pendekatan baik demand side atau market driven. Kedua dengan menjadikan konsumsi pangan lokal sebagai lifestyle. Ketiga mengatur relugasi tentang konsumsi pangan lokal. Keempat dengan melakukan branding, selanjutnya dapat melakukan promosi baik dengan media online, media sosial atau media cetak.

Ubi Jalar memiliki potensi pengolahan dengan inovasi teknologi sekitar 13 jenis produk turunan. Umbinya bisa diolah menjadi pasta macaroni, dibuat menjadi tepung yang menjadi bahan dasar pembuatan snackbar, bihun, kue basah, kue kering, mie dan roti. Daunnya dapat dibuat sayur dan pakan ternak. Selain itu, ubi jalar memiliki kandungan serat dan tidak berlemak, sangat cocok untuk masyarakat yang sedang proses menurunkan berat badan.

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

TERPOPULER