Ketua Fraksi PAN DPR RI, Saleh Partaonan Daulay (dok: google)
MONITOR, Jakarta – Ketua Fraksi PAN DPR RI, Saleh Daulay, mengkritik sikap Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Penny Lukito, dalam merespon vaksin buatan negeri yaitu vaksin Nusantara.
Dalam rapat bersama Komisi IX DPR RI, Saleh menilai sikap Penny cenderung meremehkan keberadaan vaksin Nusantara. Legislator PAN ini pun sangat geram.
Saleh mengatakan, disaat Indonesia mengabaikan produksi vaksin Nusantara, negara lain seperti Turki justru mengapresiasi dan memesan vaksin tersebut dalam jumlah lumayan tinggi.
“Vaksin nusantara ini lagi dipesan oleh Turki, yaitu sekitar 5 koma sekian juta, sementara di Indonesia, di Republiknya ini itu ditolak. Ibu kalau misalnya nggak percaya, jangan membantah disini, ya bantah medianya,” ujar Saleh dengan nada emosi.
Menurut Saleh, vaksin dalam negeri adalah wujud kedaulatan sebuah negara dalam menghadapi Pandemi Covid-19. Ia pun menyayangkan sikap Kepala BPOM yang tidak menyetujui dan memberatkan proses produksi vaksin Nusantara ini.
“Pertanyaannya Ibu Penny ini kan yang termasuk tidak setuju dengan vaksin Nusantara, padahal secara diam-diam banyak pejabat kita yang ikut disuntik vaksin Nusantara, dan mereka baik-baik saja. ketika ibu menggelengkan kepala, artinya ibu menganggap remeh,” tukasnya.
MONITOR, Jakarta - Murid Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia (MAN IC) Serpong, Kalyca Najla Maggala,…
MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher, menegaskan pentingnya penguatan kewaspadaan…
MONITOR, Karawang - Kementerian Agama RI terus memperkuat komitmen membangun generasi santri yang sehat, cerdas,…
MONITOR, Jakarta - Kementerian Agama menggelar Lomba Cipta Lagu dan Mars Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ)…
MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman meminta Kementerian Kelautan…
MONITOR, Jakarta - Sekretaris Jenderal Kementerian Agama (Sekjen Kemenag) Kamaruddin Amin menegaskan bahwa pihaknya tidak…