PARLEMEN

Mensos Diminta Perhatikan Anak Yatim dari Keluarga Nakes

MONITOR, Jakarta – Anggota Komisi VIII DPR RI Bukhori Yusuf mengusulkan agar Menteri Sosial prioritaskan bantuan bagi anak yatim, piatu, serta yatim-piatu yang merupakan anak dari tenaga kesehatan yang wafat akibat terinfeksi Covid-19.

“Saya setuju jika ada anggaran bantuan untuk anak yatim, piatu dan yatim-piatu. Bahkan, saya mengusulkan anak yatim-piatu yang berasal dari nakes yang wafat patut memperoleh prioritas,” ucap Bukhori dalam Rapat Kerja bersama Menteri Sosial, Rabu (25/8) di Gedung DPR RI, Jakarta.

Politisi PKS ini menganggap peran para tenaga kesehatan adalah pihak yang berdiri terdepan dalam penanganan pandemi kendati tanggung jawab tersebut berisiko tinggi lantaran nyawa yang menjadi taruhannya.

“Menjalankan tanggungjawab sebagai tenaga kesehatan dalam situasi saat ini sangat dilematis. Semua pilihan yang diambil akan menuai konsekuensi serius secara etika profesi hingga nyawa pribadi. Jika mereka menolak tugas, maka menyalahi tanggungjawab. Sementara di sisi lain, jika mereka penuhi tanggung jawab itu, maka nyawa taruhannya. Namun saya tetap meyakini, mereka adalah orang-orang yang menjalankan tugas dengan dedikasi tinggi,” papar Bukhori.

Sebab itu, demikian Bukhori, tenaga kesehatan yang gugur, sudah sepatutnya memperoleh penghargaan dari pemerintah, salah satunya dengan memuliakan anak-anak mereka. Sesungguhnya permintaan ini sangatlah tidak muluk, tetapi akan memiliki makna yang mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan.

Lebih lanjut, legislator dapil Jateng 1 ini meminta pemerintah segera merampungkan pendataan pada pekan depan. Tidak hanya cepat, data ini juga harus memiliki basis yang kuat dan tidak dibangun atas dasar asumsi atau prediksi. Pasalnya, dirinya meyakini pemerintah bisa memiliki data seperti yang diharapkan dengan kapasitas dan ‘resources’ yang dimiliki.

Anggota Komisi Sosial ini juga mengharapkan anggaran bantuan bagi anak yatim dan piatu tersebut bisa dialokasikan tanpa mengurangi nominal anggaran bagi bantuan sosial eksisting.  

“Saya setuju dengan adanya anggaran khusus, yang tidak membebani anggaran bansos demi membantu anak-anak kita ini,” terangnya.

Sementara itu, di hadapan Komisi VIII DPR, Menteri Sosial Tri Rismaharini berencana memberikan bantuan sosial (bansos) untuk anak yatim piatu. Bansos ini adalah program baru yang sedang disusun Kementerian Sosial. Risma mengatakan jajaran Kemensos sedang mengumpulkan data anak yatim piatu yang akan diberikan bantuan.

“Kami sedang susun ini datanya, meminta data dari pemda dan memasukkan data di Lembaga Kesejahteraan Sosial,” ungkap Risma.

Recent Posts

Sambut Andrea Bocelli, Hery Haryanto Azumi: Musik Bisa jadi Jembatan Peradaban di Tengah Konflik Global

MONITOR, Jakarta - Musik dapat menjadi ruang perjumpaan lintas bangsa dan budaya ketika dunia diwarnai…

20 jam yang lalu

Menag Dorong Kemandirian Pesantren, Apresiasi Inovasi Ekonomi dan Digital Al Yasini

MONITOR - Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan komitmen Kementerian Agama untuk terus memperkuat kemandirian dan…

24 jam yang lalu

Kemnaker Hadirkan Pelatihan Vokasi bagi Masyarakat Terdampak Gempa di NTT

MONITOR, Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) melalui Kemnaker Peduli Bencana terus memberikan dukungan kepada masyarakat…

2 hari yang lalu

Mahasiswa UID, Sutan Akhyar Rajabi Jadi Pemuda Pelopor Terbaik Depok 2026 Bidang Pendidikan

MONITOR, Depok — Mahasiswa Universitas Islam Depok (UID), Sutan Akhyar Rajabi, berhasil meraih Juara 1…

2 hari yang lalu

Guru Besar UIN Jakarta: Ma’had Aly Perlu Diperlakukan Setara dalam Sistem Pendidikan Nasional

MONITOR, Jakarta - Guru Besar Pemikiran Pendidikan Islam Sekolah Pascasarjana UIN Jakarta sekaligus Pendiri Jaringan…

2 hari yang lalu

Jasa Marga Ajak Peserta P3MD Danantara Rasakan Langsung Bisnis dan Layanan Jalan Tol

MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk membagikan pengalaman langsung mengenai pengelolaan bisnis dan…

3 hari yang lalu