Menteri Keuangan RI Sri Mulyani/ dok: Instagram
MONITOR, Jakarta – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan pada semester I tahun 2021, ada harapan pemulihan ekonomi yang nampak cukup kuat.
Ia mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi bergerak dengan tren positif, pemulihan ekonomi terjadi, baik domestik maupun global, disertai dengan kenaikan harga komoditas. Pendapatan negara pada semester I pun berada pada tren positif sejalan dengan membaiknya aktivitas ekonomi.
“Tetapi, bulan Juni pemulihan agak tertahan akibat melonjaknya kasus Covid-19 varian delta. APBN pun harus merespon dengan cepat penanganan kenaikan kasus tersebut,” ujar Sri Mulyani dalam keterangannya, Rabu (25/8/2021).
Bahkan realisasi pertumbuhan ekonomi semester I mencapai 3,1% dari keseluruhan tahun yang diproyeksikan 3,7% – 4,5%. Pendapatan negara sudah mencapai Rp886,9 triliun atau 50,9% dari target.
Pendapatan ini, dikatakan Sri Mulyani, telah mengalami pembalikan jauh dari tahun lalu, dimana pertumbuhan pendapatan minus 9,7%, sedangkan saat ini tumbuh 9,1%. Belanja negara semester I capai Rp1.170,1 atau 42,5% dari target.
“Belanja ini tumbuh 9,4% demi mengakselerasi pengendalian lonjakan Covid-19 dan program PEN baik di tingkat pusat maupun daerah,” tandasnya.
Ia pun mengapresiasi seluruh masukan dan dukungan dari Komisi XI DPR RI, yang akan mampu mengawal APBN 2021 menjalankan fungsinya menjaga kesejahteraan masyarakat Indonesia.
MONITOR, Jakarta - Industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional masih menjadi salah satu sektor…
MONITOR, Jakarta – Ratusan ribu masyarakat memadati kawasan Monumen Nasional (Monas), Sarinah, hingga Bundaran HI…
MONITOR, Jakarta — Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadikan perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan…
MONITOR, Jakarta - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memaknai peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sebagai momentum…
MONITOR, Bangka Tengah, Kepulauan Bangka Belitung — Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) meluncurkan…
MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat sebanyak 509.684 kendaraan keluar wilayah Jabotabek pada…