Minggu, 26 September, 2021

Proses Penilaian Peneritban Lahan UIII Tahap II Tanpa Hambatan

MONITOR, Depok – Penertiban Lahan Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) terus berlanjut. Hari ini, Kamis, 19 Agustus 2021 Tim Pembebasan Lahan UIII melanjutkan tahap penilaian aset warga yang masih bermukim diantara lahan Barang Milik Negara (BMN) Atas Nama Kementerian Agama seluas 142 hektar.

Hadir di lokasi penertiban, Direktur Sumber Daya Manusia dan Pengembangan Bisnis UIII, Prof Amsal Bachtiar menuturkan, pihaknya mengapresiasi warga yang pada penertiban tahap dua ini telah menyadari dan mau mengikuti mekanisme yang ditetapkan oleh Pemerintah.

“Alhamdulillah pada pembebasan lahan tahap 2 ini relatif tidak begitu berat, karena masyarakat sebagian besar sudah sadar kemudian mau menerima mekanisme yang ditawarkan oleh pemerintah dengan peraturan yang berlaku, “ ujar Prof Amsal.

Lebih lanjut Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini menjelaskan, pada proses penertiban lahan ini, pihaknya harus memastikan proses dan mekanisme penertiban harus dilakukan dengan hati-hati, pasalnya akan menyangkut nama baik UIII dan Kementerian Agama.

Direktur Sumber Daya Manusia dan Pengembangan Bisnis UIII, Prof Amsal Bachtiar – Dok.Istimewa
- Advertisement -

“Kita tidak bisa main-main dalam hal ini, karena kalau salah sedikit saja bisa hancur-hancuran. Maka dimonitor terus oleh BPK, KPK, Itjen dan sebagainya, belum lagi juga oleh masyarakat. Sehingga salah sedikit saja bisa rusak nama UIII dan Kemenag. Makanya istilahnya dalam hal ini kita melakukannya dengan penuh integritas,” terang Prof Amsal.

Dengan hasil positif tersebut Prof Amsal optimistis kegiatan akademik dapat berjalan sesuai rencana, dimana kegiatan belajar mengajar akan dimulai September tahun ini. Dikarenakan masih dalam kondisi Pandemi Covid-19, maka kegiatan belajar mengajar akan dilakukan secara daring. Sebanyak 1009 orang telah mendaftar, dari luar negeri sekitar 560 orang, dan dalam negeri sekitar 400  orang. Sementara yang diterima hanya 100 orang dengan pemberian beasiswa. 

“Dosen kita sudah siap ada 30 orang dari berbagai bidang, nah yang dibuka tahun ini ada 4 program studi, pertama islamic studies, kedua economic and business, ketiga education, dan keempat political science, masing-masing sekitar 25 mahasiswa,” terangnya.

Proses Penilaian aset Warga – Dok. Istimewa

Sebagai informasi, Progres Pembangunan Kampus UIII telah menyelesaikan 2 Tower, Fakultas A, dan 5 Rumah Profesor/Dosen. Sementara pembangunan Gedung Rektorat kini memasuki progres 50 persen, Perpustakaan 90 persen, dan masjid 95 persen dengan target rampung akhir tahun ini. Pembangynannya sendiri dimulai sejak akhir 2018 tetapi pelaksanaannya 2019, 2020 dan sampai saat ini 2021.

Penertiban Tahap I berlangsung November 2019 lalu, dimana penertiban dilakukan setelah melalui serangkaian sosialisasi, barulah pada 4 November 2019 disampaikan surat Pemberitahuan Pembongkaran, dilanjut dengan sosialisasi lisan. Pada tahap I pembongkaran dilakukan pada area kerja PT Wika dan PT Adhi Karya. Lahan Kampus UIII sendiri mencakup area seluas 142,5 hektare dengan status BMN atas nama Kementerian Agama yang semula lahan tersebut atas nama Departemen Penerangan RI Cq RRI dengan sertifikat hak pakai No. 001/Cisalak Tahun 1981.

Sebelumnya, dalam sebuah konfrensi perss, Kuasa Hukum Kemenag, Misrad menuturkan, dalam proses penilaian pada Penertiban Tahap II ini, warga yang nama-namanya sudah tercatat dan mendapatkan SK dari Gubernur Jawa Barat telah menanti untuk dinilai agar segera mendapatkan uang kerahiman, ditargetkan November 2021 lahan tersebut sudah dikosongkan.

“Setelah proses penilaian, akan diberikan uang santunan setelah mendapatkan surat keputusan dari Gubernur Jawa Barat, jumlah dan siapa yang berhak mendapatkan uang,” ujar Misrad kepada media di Depok, Rabu, 18 Agustus 2021.

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

TERPOPULER