JABAR-BANTEN

Pandeglang Kembangkan Padi Kaya Gizi Nutrizinc

MONITOR, Pandeglang – Dinas Pertanian Kabupaten Pandeglang Banten telah mengembangkan Padi Kaya Gizi Nutrizinc (biofortifikasi). Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan menghasilkan beras yang dapat dikonsumsi oleh masyarakat di wilayah Kabupaten Pandeglang.

Program pertanaman padiNutri zinc bantuan Kementerian Pertanian ini d tanam di awal tahun 2021 seluas 500 Ha tersebar di beberapa kecamatan. Bulan Juli 2021 ini beberapa wilayah pertanaman sudah mulai panen dan hasilnya cukup memuaskan.

“Minggu lalu bahkan kami melakukan panen bersama Kelompok Bantar Jaya 2 dan hasilnya cukup bagus sekitar 8 ton/Ha,” ucap Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pandeglang Budi S. Januardi saat diwawancara hari Rabu (21/7). Budi menjelaskan program padi biofortifikasi sangat dibutuhkan oleh daerah seperti Pandeglang, selain pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat diperoleh juga pangan yang kaya akan gizi.

Secara terpisah, Kadis Pertanian Banten Agus M. Tauchid S menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap program penanaman padi biofortifikasi. Untuk tahun 2021 Provinsi Banten melalui dukungan APBN (Kementerian Pertanian) melaksanakan kegiatan Pengembangan Padi Nutrizinc seluas 1.000 Ha yang tersebar di dua Kabupaten yaitu Kabupaten Pandeglang 500 ha dan Kabupaten Serang 500 ha.

“Semoga dengan makin banyaknya pertanaman padi nutrizinc di Banten, masyarakat mendapatkan sumber pangan yang semakin baik dan kayak akan gizi dan program pencegahan stunting dapat berjalan dengan baik” tegas Agus.

Sementara itu Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan Suwandi mengatakan padi Biofortifikasi adalah upaya intervensi memasukkan unsur nutrisi zinc pada padi melalui pemuliaan tanaman. “Diharapkan Inpari IR Nutri Zinc dapat berperan mengatasi kekurangan gizi Zn yang banyak terjadi di Indonesia. Inpari IR Nutri Zinc sebagai produk biofortifikasi menjadi salah satu komponen dalam program prioritas nasional untuk mengatasi stunting,” ujarnya.

Suwandi menekankan pengembangan padi biofortifikasi membutuhkan komitmen dan kerja sama semua pihak, termasuk produsen benih, perguruan tinggi dan penggilingan padi dan instansi pemerintah di berbagai sektor baik di pusat maupun daerah untuk mempercepat penyebaran dan pemanfaatan padi kaya Zn ini dalam mengatasi stunting.

“Diperlukan kerjasama dan komitmen semua pihak termasuk produsen benih, perguruan tinggi dan penggilingan padi dan instansi pemerintah di berbagai sektor baik di pusat maupun daerah dan instansi terkait termasuk Pemdanya sendiri,” tandas Suwandi.

“Saya mengapresiasi daerah-daerah yang mau bersama-sama menyukseskan program padi ini seperti Provinsi Banten”. Suwandi berharap penyebaran padi varietas ini dapat cepat menyebar ke seluruh Indonesia sehingga masyarakat dapat menikmati pangan berkualitas baik dan bernilai gizi tinggi.

Recent Posts

Dorong Penanganan Karhutla, Prof Rokhmin: Edukasi Rakyat, Hukum Tegas Korporasi Pembakar Hutan

MONITOR, Jakarta – Anggota Komisi IV DPR RI sekaligus Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Kelautan…

11 jam yang lalu

Legislator Kecam Lagu ‘Lalaki Langit’ karena Dinilai Lecehkan Perempuan

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi VIII DPR RI, Selly Andriany Gantina mengecam lagu berjudul 'Lalaki…

13 jam yang lalu

Puan Hormati Putusan MK Soal Kepala Daerah Tetap Dipilih Langsung Rakyat

MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani menyatakan menghormati putusan Mahkamah Konstitusi (MK) soal…

13 jam yang lalu

Puan Dorong Penetapan Komisaris BUMN Diambil dari Orang Profesional dan Kompeten

MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani mendorong agar penetapan pejabat di lingkup Badan…

13 jam yang lalu

Sambut Kepulangan PPIH Daker Madinah dan Bandara, Wamenhaj Sampaikan Apresiasi atas Suksesnya Haji 2026

MONITOR, Tangerang – Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) RI, Dahnil Anzar Simanjuntak menyambut langsung kepulangan…

20 jam yang lalu

Konsolidasi Nasional PSGA 2026: Sahkan 4 Rekomendasi Strategis Kampus Inklusif

MONITOR, Cirebon - Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Kementerian Agama RI melalui Subdirektorat Penelitian…

23 jam yang lalu