POLITIK

Ketum Partai Gelora: Krisis Berlarut, yang Rapuh Pasti Remuk

MONITOR, Jakarta – Indonesia saat ini dinilai sudah memasuki babak baru, yakni era ‘perang berlarut’ akibat krisis berlarut yang dipicu oleh pandemi Covid-19. Lazimnya dalam kaidah perang, maka individu, masyarakat, korporasi dan negara yang bisa bertahan (survive) sampai akhir, akan menjadi pemenang.

“Jadi yang menang bukan siapa yang membunuh lebih banyak, tetapi yang menang adalah siapa yang tetap bisa bertahan hidup sampai akhir. Ini harus kita persepsikan sebagai suatu persoalan, apakah kita mampu survive sebagai individu, sebagai korporasi, sebagai masyarakat, juga sebagai negara,” ungkap Anis Matta, Ketua Umum Partai Gelombang Rayat (Gelora) Indonesia dalam keterangannya, Senin (12/7/2021).

Hal itu disampaikan Anis Matta saat memberikan pengantar diskusi Gelora Talks dengan tema ‘Marah dan Frustasi: Mengupas Emosi Publik di Tengah Pandemi’ yang disiarkan live di streaming Gelora TV dan Transvision CH.333, Sabtu (10/7/2021) petang.

Menurut Anis Matta, pengetahuan kita tentang masalah pandemi Covid-19 dinilai masih terlalu sedikit. Sementara, terlalu banyak kejutan yang terjadi setiap waktu, setelah memasuki tahun kedua pandemi Covid-19.

“Lalu tidak ada yang bisa meramalkan berapa lama lagi kira-kira masalah ini akan berlangsung, masih akan ada berapa gelombang lagi dari Covid-19 ini, atau ada varian apa lagi yang akan muncul sesudah ini,” jelasnya.

Ketua Umum Partai Gelora Indonesia ini mengatakan ada kaidah yang pas dengan kondisi saat ini, yakni ‘yang rapuh pasti remuk’ dalam ‘perang berlarut’ ini.

“Jadi individu yang rapuh pasti akan remuk di tengah pandemi, korporasi yang rapuh juga akan remuk di tengah krisis ekonomi ini, serta pemerintah atau negara yang rapuh juga akan remuk dengan krisis dan pandemi ini,” tegas Anis Matta.

Hal senada disampaikan pengusaha dan relawan Kemenkes dr. Tirta Mandira Hudhi. dr Tirta mengatakan, Indonesia saat ini memang tengah memasuki tahapan krisis.

Hal itu bisa dilihat dari langkah pemerintah meminta bantuan oksigen dari negara lain dalam penanganan pasien Covid-19. Padahal Indonesia dikenal sebagai negara kaya akan oksigen dan menjadi paru-paru dunia karena memiliki hutan yang luas.

“Kasus Covid-19 Indonesia tengah disorot dunia, tingginya kasus dan tingginya angka kematian. Kita minta bantuan oksigen dari luar negeri. Kita nggak mungkin terima bantuan, kalau kita nggak krisis,” kata dr Tirta.

dr Tirta berharap agar dampak krisis pandemi Covid-19 tidak bertambah buruk, pemerintah sebaiknya melibatkan epidemiologi untuk penanganan pandemi ini.

Sebab, virus Covid-19 ini diprediksi 5-10 tahun lagi, bahkan berabad-abad tidak akan hilang seperti Flu Spanyol (Influenza).

“Kalau bisa pemerintah, percayakan sama yang ahlinya, sama ahli epidemiologi yang memang dia sudah paham disitu. Dan larang pejabat ngomong soal Covid-19 agar tidak blunder, biar tenaga kesehatan yang bicara, karena lebih mengerti,” ujarnya.

Recent Posts

Dukung Generasi Emas Sepak Bola, Dragon Warriors Football Academy Hadir di Sawangan Depok

MONITOR, Depok — Menyambut gairah pembinaan sepak bola usia dini yang didorong oleh PSSI, komunitas…

5 jam yang lalu

Kemnaker: Integrasi Data Lintas Instansi Tingkatkan Kualitas Layanan Ketenagakerjaan

MONITOR, Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) terus memperkuat integrasi data lintas instansi sebagai upaya meningkatkan…

11 jam yang lalu

Jasa Marga Gelar Roadster Rescue Competition 2026, Uji Kecepatan dan Ketepatan Petugas Tangani Kecelakaan Tol

MONITOR, Bogor – PT Jasa Marga (Persero) Tbk melalui anak usahanya, PT Jasamarga Tollroad Operator…

11 jam yang lalu

Rp4,1 Triliun BOS Madrasah dan BOP RA Tahap II Segera Cair, Ini Jadwal Pengajuannya

MONITOR, Jakarta – Kementerian Agama (Kemenag) mulai memproses penyaluran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Madrasah…

1 hari yang lalu

Menteri UMKM Dorong APPI Perkuat Pasar Produk Dalam Negeri

MONITOR, Cikarang – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mendorong Asosiasi Pengusaha Pengelasan Indonesia…

1 hari yang lalu

Kemnaker Transformasi Balai K3 Jadi Garda Terdepan Pencegahan Kecelakaan Kerja

MONITOR, Bandung – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) akan mentransformasi Balai Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di…

2 hari yang lalu