PEMERINTAHAN

Perlancar Akses Produk Vaksin Hewan, Kementan Luncurkan Aplikasi Vetmalance

MONITOR, Surabaya – Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Pusat Veteriner Farma (Pusvetma) sebagai salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) meluncurkan aplikasi pemasaran online atau e-commerce Vetmalance alias Veteriner Farma Layanan Cepat.

Direktur Kesehatan Hewan, Nuryani Zainuddin yang mewakili Dirjen PKH dalam Launching Aplikasi Vetmalance secara virtual mengatakan, aplikasi Vetmalance ini diluncurkan sebagai respon perkembangan zaman dan wujud transformasi pelayanan Kementan.

“Ini sebagai bentuk transformasi kami untuk memberikan layanan kepada masyarakat secara lebih luas, cepat dan mudah,” kata Nuryani dalam acara peluncuran aplikasi Vetmalance secara virtual, Rabu (7/7/2021).

Nuryani menjelaskan Pusvetma turut berperan aktif dalam pengendalian zoonosis dan pemberantasan penyakit hewan. Hal ini tidak lepas dari peran Pusvetma sebagai UPT Bidang Kesehatan Hewan yang telah ditetapkan sebagai Satker Badan Layanan Umum dan menjadi satu-satunya instansi pemerintah yang memiliki tugas untuk penyediaan vaksin hewan, antisera, dan bahan biologik.

“Kami menaruh harapan besar pada Pusvetma untuk selalu melakukan terobosan dan inovasi dalam menghasilkan produk produk bermutu dan berkualitas sebagai karya unggulan anak negeri” imbuh Nuryani.

Ia menambahkan aplikasi Vetmalance yang diluncurkan hari ini merupakan karya anak bangsa. Menurutnya, ini menjadi penting sebagai bentuk kontribusi Ditjen PKH dalam upaya mengendalikan dan menanggulangi zoonosis di Indonesia sekaligus ikut memperingati Hari Zoonosis Sedunia atau World Zoonoses Day.

“Untuk mendukung kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, Ditjen PKH memastikan bahwa Kementan terus melakukan program khususnya terkait pencegahan/pengendalian penyakit hewan yang dapat ditularkan ke manusia (zoonosis),” tegas Nuryani.

Di Indonesia terdapat 15 zoonosis prioritas yang perlu dilakukan pengendaliannya, melalui Keputusan Menteri Pertanian No. 237/Kpts/PK.400/M/3/2019. Zoonosis prioritas di Indonesia yaitu: Avian Influenza, Rabies, Anthraks, Brucellosis, Leptospirosis, Japanese B. Encephalitis, Bovine Tubercullosis, Salmonellosis, Schistosomiosis, Q Fever, Campylobacteriosis, Trichinellosis, Paratubercullosis, Toksoplasmosis, dan Cysticercosis/Taniasis.

Kepala Pusvetma, Agung Suganda menerangkan, Vetmalance merupakan aplikasi pemasaran online berbasis android dan website untuk menjawab tantangan penyediaan vaksin hewan di tengah pandemik covid-19. Uji coba penggunaannya juga sudah dumulai pada bulan Januari 2021.

“Soft launching telah dilakukan oleh Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan pada akhir tahun 2020 dan uji coba penggunaannya telah dimulai sejak Januari 2021,” ungkap Agung.

Agung menilai, saat ini penggunaan Vetmalance masih terbatas pada layanan penjualan. Namun begitu aplikasi ini diluncurkan, akan terus dikembangkan untuk layanan pengujian maupun layanan penunjang yang masih dilakukan secara konvensional.

Agung menegaskan Pusvetma akan terus meningkatkan pelayanan yang prima dengan menghasilkan inovasi-inovasi layanan baru kepada semua pelanggannya. Untuk terus meningkatkan kepuasan pelanggan, Pusvetma telah melaksanakan 4 strategi utama.

Pertama, penjaminan kualitas dan kuantitas produk, kedua penjaminan kepastian harga yang kompetitif, ketiga branding dan promosi berbasis TI, dan keemlat pemasaran daring sesuai kebutuhan di masa pandemi covid-19 ini.

“Pelanggan Pusvetma saat ini masih didominasi yaitu sekitar 90% pelanggan dari instansi/dinas sedangkan sekitar 10% pelanggan swasta dan peternak langsung,” papar Agung.

Ia berharap, ke depannya akan semakin banyak masyarakat yang tertarik dan menggunakan produk-produk unggulan Pusvetma dengan menggunakan aplikasi online baik Vetmalance maupun website Pusvetma. Hal ini diharapkan bisa sebagai bentuk cinta dan bangga pada produk anak negeri.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH), Nasrullah mendukung penuh inovasi Pusvetma ini. Ia mengatakan, adanya aplikasi Vetmalance ini membuktikan bahwa negara hadir dalam usaha pencegahan dan pemberantasan penyakit zoonosis di Indonesia.

Ia berharap, pada masa pandemi covid-19 seperti ini, masyarakat dapat terlayani dengan mengakses produk obat hewan untuk ternaknya dengan mudah

“Kami mengapresiasi Pusvetma dapat terus berinovasi untuk memasarkan produknya secara daring sehingga lebih mudah terjangkau oleh masyakarat,” kata Nasrullah.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) menyebut, aplikasi ini merupakan salah satu terobosan dari Kementan untuk mempermudah dan meningkatkan layanan masyarakat. Harapannya, masyarakat bisa terbantu dalam akses maksimal untuk mendapatkan vaksin bagi hewan ternaknya.

“Intinya aplikasi ini akan memudahkan bagi masyarakat. Adanya aplikasi ini juga sejalan dengan semangat memberantas penyakit zoonosis di Indonesia,” tutur Mentan SYL

Recent Posts

Menaker: Kunci Wirausaha Bukan Sekadar Dapat Pelanggan, tapi Menjaga Hubungan

MONITOR, Bandung Barat – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli, mengatakan salah satu kunci keberhasilan dalam berwirausaha…

9 jam yang lalu

Kemenperin Sampaikan Duka Cita Mendalam Atas Insiden Kebakaran Pabrik di KEK Sei Mangkei

MONITOR, Jakarta - Kementerian Perindustrian menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas musibah kebakaran yang…

10 jam yang lalu

Majelis ASTACITA Gelar ‘Maulid Nabi dan Dzikir Kemerdekaan’ di Karawang, Gaungkan Jaga Rawat Jabar

MONITOR, Karawang — Dalam rangka memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW sekaligus merawat semangat kemerdekaan…

11 jam yang lalu

Capai 75 Ribu Pendaftar PPIH 2027 Non Nakes, Kemenhaj Gelar CAT Dua Gelombang

MONITOR, Jakarta - Lebih dari 75 ribu orang mendaftar Seleksi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH)…

12 jam yang lalu

Partai Gelora Soroti Perubahan Data Desil DTSEN

MONITOR, Jakarta — Penerapan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai basis tunggal penyaluran bantuan…

12 jam yang lalu

Verifikasi Seleksi PPIH 2027 Tetap Berjalan, CAT Dilaksanakan Dua Gelombang

MONITOR, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah memastikan proses Seleksi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH)…

14 jam yang lalu