Kacang Hijau Hasil Petani Gresik kembali Diekspor ke Filipina

MONITOR, Gresik – Kacang hijau dari Gresik sejumlah 75 ton kembali diekspor ke Filipina beberapa hari lalu. Wakil Bupati Gresik, Aminatun Habibah bersama Anggota DPRD setempat melepas secara simbolis ekspor kacang hijau milik PT Agrotani Sukses Sejahtera di Desa Metatu, Kecamatan Benjeng ke Filipina.

Yang menggembirakan, total kontraknya dengan importir Filipina memasok 1.000 ton kacang hijau. Aminatun menyebutkan pemerintah daerah bakal mendorong komoditas Kacang Hijau Gresik ini untuk ditanam dan dikembangkan oleh petani lokal.

“Petani tidak perlu kuatir lagi karena sudah ada yang membeli. Tinggal bagaimana untuk meningkatkan produksi kacang hijau,” kata Wabup Aminatun baru-baru ini.

Sementara itu, Kepala Distan Eko Anindhito Putro mengatakan, Gresik memiliki lahan varietas bagus untuk tanaman kacang hijau. Bahkan, tanaman ini berhasil dikembangkan.

“Petani mampu menghasilkan 1,4 ton. Gresik memiliki luas lahan 1.100 hektar,” ujar Eko.

Sedangkan dikatakan lebih jauh oleh Eko, daerah penghasil kacang hijau tersebar di beberapa kecamatan diantaranya Benjeng, Kedamean, Balongpanggang, Bungah serta Panceng.

Pemilik PT Agrotani Sukses Makmur, Sumanto mengaku ekspor kacang hijau akan kembali dilakukan pekan depan. Untuk tahap pertama ini ada 75 ton yang dikirim. Minggu berikutnya juga bakal ekspor tiga kontainer.

“Total sesuai kontraknya dengan importir Filipina ada 1.000 ton kacang hijau yang diekspor kesana,” ujarnya.

Sementara, kacang hijau Gresik disukai pasar luar negeri karena kualitasnya cukup bagus.

Menanggapi hal ini, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Suwandi mengatakan sesuai dengan arahan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo meminta untuk terus menggenjot ekspor pangan guna meningkatkan kontribusi terhadap perekonomian nasional dan kesejahteraan petani.

Menurut dia hasil panen kacang hijau tahun 2020 meningkat dan sangat memuaskan, diperkirakan produksi meningkat 12,32% dari tahun sebelumnya.

“Potensi untuk luas tanam kacang hijau tahun 2021 mencapai 9.196 hektar, luas panen 9.120 ha dan produktivitas sebesar 13,24 kuintal per hektar sehingga akan diperoleh produksi sebesar 12.075 ton,” ungkapnya.

Tidak hanya memenuhi kebutuhan dalam negeri, bahkan ekspor kacang hijau segar tahun 2020 menunjukkan hasil yang sangat memuaskan. Data menunjukkan volume ekspor kacang hijau tahun 2020 sebesar 48.534 ton atau naik drastis sebesar 37,01%.

Ekspor tersebut terutama ke China dan Filipina. Potensi lainnya ekspor ke negara tujuan seperti Taiwan, Timor-leste, Singapura, Thailand, Kuwait, Malaysia, Vietnam, Thailand dan United Kingdom

‘’ke depan kita dorong kacang hijau melalui kegiatan temu bisnis juga untuk menggali pengembangan pasar ekspor, peningkatan akses pembiayaan untuk peningkatan dan kontinuitas dan peningkatan daya saing pada daerah-daerah potensial sehingga menjalin kemitraan antara petani dengan pelaku usaha atau industri,’’ terangnya.