Anggota Komisi II DPR RI Guspardi Gaus (dok: dpr.go.id)
MONITOR, Jakarta – Sejumlah daftar pertanyaan dalam tes wawawan kebangsaan (TWK) pegawai KPK dinilai janggal. Anggota DPR RI Fraksi PAN, Guspardi Gaus, mengaku heran lantaran pertanyaan yang disusun cenderung memecah belah persatuan bangsa.
Pernyataan Guspardi ini berkaitan dengan pertanyaan yang mengharuskan peserta memilih antara agama dan pancasila. Menurutnya, pertanyaan semacam itu jelas keliru dan berpotensi memecah belah.
“Pertanyaan yang mengharuskan memilih antara Agama dan Pancasila adalah pertanyaan yang keliru dan cenderung memecah belah,” kata Guspardi Gaus, dalam keterangannya.
Padahal, dikatakannya, agama dan pancasila seharusnya dapat berdampingan bersama tanpa harus dihadap-hadapkan.
“Seolah negara sedang mengalami ancaman berat dari agama. Padahal Agama dan Pancasila berjalan beriringan,” tandas Legislator dari Dapil Sumatra Barat ini.
MONITOR, Jakarta — Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan bahwa Perjanjian Kerja Bersama (PKB) harus dikawal secara…
MONITOR, Jakarta – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mempercepat implementasi Sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) pada…
MONITOR, Gresik – Menteri Perdagangan Budi Santoso meresmikan Pasar Tematik Industri Sidayu di Kabupaten Gresik,…
MONITOR, Jakarta — Antusiasme tinggi masyarakat terhadap program magang mendorong Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, mengajukan penambahan sebanyak…
MONITOR, Jakarta – Pemerintah mempercepat pemerataan pasokan protein hewani nasional melalui pembangunan ekosistem hilirisasi ayam…
MONITOR, Jakarta - Kementerian Perindustrian menegaskan komitmennya dalam upaya memperkuat industri baja nasional sebagai salah satu sektor…