Direktur Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Asfinawati/ dok: net
MONITOR, Jakarta – Pelemahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terendus melalui seleksi tes wawasan kebangsaan (TWK) yang berujung pada pemberhentian sebanyak 51 pegawai KPK.
Ketua YLBHI (Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia), Asfinawati, menyatakan cara-cara ini sangat mengerikan dalam melemahkan posisi KPK. Bahkan dia menilai upaya tersebut mirip seperti jaman orde baru.
“Ini menurut saya merupakan hal yang mengerikan karena ini gaya-gaya orde baru. Jadi ini hal yang mengerikan dan menurut saya ini paling canggih lagi dari pelemahan sebelumnya,” ujar Asfinawati, dalam tayangan Mata Najwa.
Terkait proses TWK yang dinilai sarat kejanggalan, pihak YLBHI pun sudah melaporkannya ke Ombudsman dan Komnas HAM. Sebab ia menilai banyak sekali isi dalam materi tes yang bermasalah.
“Kami sudah melaporkan ke Ombudsman dan Komnas HAM juga, karena prosesnya bermasalah, isinya juga pasti bermasalah,” pungkasnya.
MONITOR, Jakarta - Industri furnitur merupakan salah satu sektor hilir dan padat karya yang memiliki…
MONITOR, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan ucapan selamat Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili…
MONITOR, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah menteri terkait bidang ekonomi ke kediaman pribadinya…
MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi III DPR RI Abdullah tidak sepakat dengan pernyataan Presiden ke-7…
MONITOR, Jakarta - Kementerian Agama menyalurkan bantuan penanganan bencana sebesar Rp19,3 miliar untuk mendukung pemulihan…
MONITOR, Jakarta - Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, meresmikan pesawat hibah dari…