Kedepankan Pengendalian Ramah Lingkungan, Kementan Luncurkan Kegiatan P4

Kegiatan Pemberdayaan Petani dalam Pemasyarakatan PHT (P4)

MONITOR, Jatim – Pengendalian Hama Terpadu (PHT) merupakan suatu cara berpikir dan sebuah pergerakan dalam pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) dengan pendekatan ekologi. Dalam prinsip PHT selalu mengedepankan pengendalian yang bersifat ramah lingkungan dan menjadikan penggunaan pestisida kimiawi sebagai pilihan terakhir.

Kementerian Pertanian melalui Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan dalam rangka untuk memasyarakatkan gerakan PHT meluncurkan Kegiatan Pemberdayaan Petani dalam Pemasyarakatan PHT (P4) di 12 Provinsi.

“Kegiatan P4 dilakukan sebanyak 120 unit tersebar di 12 Provinsi yaitu Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Selatan. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan motivasi, partisipasi dan kemampuan petani dalam melakukan pengelolaan agroekosistem sesuai dengan prinsip dasar PHT,” ungkap Lilik Retnowati, selaku Koordinator Data dan Kelembagaan POPT, Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan.

Salah satu provinsi yang ikut serta dalam kegiatan P4 adalah Jawa Timur. Sosialisasi kegiatan P4 di Jawa Timur pun langsung dilaksanakan selepas libur lebaran tepatnya pada Rabu/27 Mei 2021.

Direktur Perlindungan Tanaman Pangan Mohammad Takdir Mulyadi memimpin langsung Sosialisasi Kegiatan P4.

“Kegiatan P4 di wilayah provinsi Jawa Timur sebanyak 20 unit tersebar di 17 Kabupaten di provinsi Jawa Timur. Pemerintah dan Petani bersatu untuk mengamankan target produksi nasional dari serangan OPT/ DPI. Hilirisasi di lokasi kegiatan P4 sudah harus disusun dan dibangun, agar produksi agens pengendali hayati oleh petani tetap berkelanjutan dan mutu tetap terjamin,” tegas Takdir, dalam arahannya saat pembukaan acara sosialisasi tersebut.

Kepala UPT Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Timur Irita Rahayu Aryati menyambut baik adanya kegiatan tersebut.

“Dengan kegiatan P4 yang diinisiasi Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan, maka permasalahan yang selama ini menjadi kendala kelompok tani untuk mengembangkan agens pengendali hayati dapat terpecahkan dengan pengelolaan hilirisasi,” sebut Irita.

Salah satu peserta P4 yang juga ketua Pos Pelayanan Agens Hayati Besur Asri, Imam Rofi’i di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur merasa senang dapat dilibatkan dalam kegiatan tersebut.

“Kami berharap dengan ikut serta dalam P4, dapat belajar banyak tentang pengembangan dan aplikasi agens pengendali hayati, pestisida nabati , pemanfaatan perangkap hama, dan tanaman refugia sesuai kondisi di wilayah lahan pertanian kami,” tutur Imam.

Di tempat terpisah, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Suwandi terus mendorong dan mendukung praktek-praktek kegiatan pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) berbasis alami dengan menggunakan agens hayati sebagai bahan pengendaliannya.

“Dengan semakin meningkatnya kesadaran petani terhadap pentingnya budidaya tanaman sehat demi keberlanjutan pertanian, diharapkan juga kesejahteraan petani turut meningkat karenanya. Dengan demikian, hal ini turut mendukung percepatan terwujudnya pertanian maju, mandiri dan modern. Hal ini, sesuai arahan Mentan SYL produksi pangan harus jalan terus tetapi hal-hal yang dapat meningkatkan kesejahteraan petani juga harus dilakukan karena mereka ujung tombak ketahanan pangan negara kita,” tegas Suwandi.