Mampu Sediakan Pangan Selama Puasa dan Lebaran, Komisi IV Apresiasi Kementan

Stok Beras (foto : Istimewa)

MONITOR, Jakarta – Anggota Komisi IV DPR RI, Yessy Melania mengapresiasi kerja keras jajaran Kementan atas terpenuhinya kebutuhan pangan selama bulan puasa dan hari raya Idul Fitri 2021. Menurutnya keberhasilan tersebut adalah bukti bahwa sektor pertanian merupakan kebutuhan utama yang harus dijaga bersama.

“Karena itu saya berharap Kementan bisa diberi tambahan anggaran agar program yang ada sekarang ini bisa berjalan dengan baik. Tentu kami apresiasi karena selama puasa dan lebaran pasokan pangan tidak terjadi kelangkaan,” ujar Yessy dalam rapat dengar pendapat bersama jajaran Kementan, Senin, 24 Mei 2021.

Yessy menyebut, anggaran 14 triliun yang digunakan Kementan sangatlah kecil, tidak sebanding dan kurang optimal. Anggaran tersebut, kata dia sudah saatnya mendapat tambahan agar operasional program yang ada memiliki hasil yang mengembirakan.

“Sekali lagi, saya kira memang perlu ditambah. Terlebih untuk mendukung penguatan BPTP agar bisa mengakomodir program hortikultura,” katanya.

Di tempat yang sama, Anggota Komisi IV lainya, Hanan Rozak menilai bahwa saat ini sekror pertanian nasional terus mengalami perbaikan yang lebih maju dan lebih modern. Salah satunya adalah munculnya pertanian modern yang sudah menggunakan alat mesin canggih seperti Combine Harvester.

“Saya melihat sekarang para petani sudah dimanusiakan. Artinya mereka dikasih peralatan moderen dan pengetahuan yang cukup. Bahkan kami lihat petani sekarang bajunya bersih bersih. Makanya saya minta ke depan combain harvester dan peralatan canggih lainya diperbanyak,” katanya.

Terkait hal ini, Sekjen Kementan Kasdi Subagyono menyatakan bahwa ada 5 program prioritas yang akan dijalankan Kementan dalam membangun pertanian ke depan. Diantaranya adalah, penyediaan logistik, kemudian program riset dan teknologi, program pelatihan vokasi dan program dukungan managemen.

“Program ini juga akan bersinergi dengan lembaga dan kementerian lain,” tutupnya.