Militer Israel terus menyerang penduduk sipil Palestina/ dok; net
MONITOR, Jakarta – Memanasnya hubungan antara Israel dengan Palestina menyebabkan banyak korban sipil berjatuhan. Bahkan ketika kesepakatan genjata senjata mulai dilakukan, Israel tetap melancarkan serangan ke wilayah Palestina.
Pakar Timur Tengah dan Hubungan Internasional, Dina Sulaeman, menyebutkan adanya isu agama yang mengemuka dalam konflik Israel-Palestina karena dalam fakta sejarahnya, sejak awal Israel membawa-bawa isu agama, untuk menjustifikasi apa yang hingga saat ini dilakukan.
Misalnya, kata Dina, tentang tanah yang dijanjikan. Bahkan dalam sidang resmi PBB, ia menyebutkan perwakilan Israel sengaja membawa dan membacakan isi kitab suci tentang tanah yang dijanjikan itu.
“Namun, tugas kita adalah tidak terjerumus dalam hate speech dan konflik agama, kita perlu kembali ke akar masalahnya, yakni penjajahan (settler colonialism)’,” ujar Dina Sulaeman saat mengisi webinar bertajuk ‘Solidaritas Indonesia bagi Rakyat di Wilayah Pendudukan Israel atas Palestina’, Jumat (21/5/2021) yang diselenggarakan Majelis Taklim Hilful Fudhul.
Dina juga mengingatkan pertempuran yang terjadi saat ini bukan konflik antara Hamas dan Israel. Sebab dikatakan Dina, yang berjuang untuk pembebasan Palestina itu banyak kelompok dengan caranya masing-masing.
“Ini menunjukkan tanda bahwa isu Palestina adalah isu kemanusian. Bukan isu agama,” tegasnya.
MONITOR, Jakarta - Memperingati Hari Bhayangkara ke-80, analis intelijen, pertahanan, dan keamanan, Dr. Ngasiman Djoyonegoro…
MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan belasungkawa menyusul meninggalnya 5 orang peserta…
Oleh: Zizah Nurazizah (Mahasiswa Magister Manajemen Pendidikan Universitas Pamulang) Dunia pendidikan kita hari ini sedang…
MONITOR, Jakarta – Indonesia Police Watch (IPW) menilai polemik terkait penempatan pengacara Razman Arif Nasution…
MONITOR, Jakarta — Memasuki hari operasional ke-71 penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M, Selasa (30/6/2026), Kemenhaj…
MONITOR, Jakarta - Ketua Dewan Nasional SETARA Institute, Hendardi, mengkritik kebijakan pemerintah yang melibatkan taruna…