Penuhi Target Produksi Kedelai, Kementan Intens Kawal Penangkar Benih

Ilustrasi Kedelai (Foto: Istimewa)

MONITOR, Cianjur – Sebagai sumber penting protein bernilai ekonomi murah dan digemari masyarakat, kedelai menjadi komoditas yang perlu mendapat perhatian secara khusus. Dengan potensi sumberdaya alam tinggi, upaya yang dilakukan dengan mengembangkan kedelai baik untuk benih maupun konsumsi dalam skala luas dan berkelanjutan.

Kementerian Pertanian (Kementan) telah melakukan programnya untuk mendukung penyediaan benih yakni Pengembangan Petani Produsen Benih Kedelai (P3BK). Pasalnya penetapan target tanam kedelai seluas 520.000 ha sepanjang tahun 2021 perlu didukung penyediaan benih kedelai.

Herman, Ketua Gapoktan KTH Mekar Mukti mewakili Kelompok Tani Cibentang Kecamatan Sindangbarang, Cianjur mengungkapkan banyak manfaat yang diterima mengikuti kegiatan Pengembangan Petani Produsen Benih Kedelai (P3BK) tahun 2020 yang diberikan oleh Kementan dengan adanya fasilitasi bantuan benih dan saprodi pendukung budidaya.

“Penjualan lebih jelas karena dari awal sudah ada komitmen dengan offtaker atau produsen benih besar, selain itu harganya untuk sekarang juga lebih bagus dan menguntungkan petani,” Kata Herman.

“Kalau dulu benih banyak kita jual jadi konsumsi karena tidak ada permintaan. Keuntungan lain yang didapat dapat menggerakkan tenaga wanita disekitar untuk melakukan sortasi sehingga secara tidak langsung membuka lapangan kerja di daerahnya,” tambahnya.

Herman sempat kurang puas dengan hasil panen tahap I seluas 10 hektar yang hanya mencapai calon benih sebanyak 7 ton. Namun hal ini tidak membuat petani penangkar yang telah bergelut sejak tahun 2015 berkecil hati. Ia menyadari penanaman tersebut dilakukan di luar musim sehingga terkena serangan hama tikus dan panen dilakukan pada musim hujan sehingga banyak butir kedelai yang hitam.

“Masih tersisa 25 hektar lahan yang difasilitasi bantuan P3BK dan siap dipanen akhir pertengahan Mei 2021, kita optimis bisa menghasilkan calon benih sebanyak 42 ton. Yang pasti kita sudah kerjasama dengan produsen untuk menyuplai kebutuhan program, jadi peruntukkan benihnya jelas,” pungkasnya.

Di lokasi yang sama, Irfan Handriyadi, Kepala Seksi Produksi Tanaman Palawija Dinas Pertanian Kabupaten Cianjur menyampaikan peluang pengembangan kedelai cukup tinggi di wilayahnya mencapai 9.369 hektar dengan rerata produksi sebanyak 13.824 ton pada tahun 2020.

“Kendala utama penyediaan benih di sini, karena kedelai dipanen muda sebagai snack di daerah wisata terutama wilayah Cipanas. Tapi untuk saat ini kita upayakan supaya 30% dijadikan benih sehingga stock benih dapat berkelanjutan,” tegas Irfan.

Irfan juga mengungkapkan bahwa permintaan kedelai baik untuk benih maupun konsumsi tinggi, bahkan terjadi persaingan sengit antar pembeli. Dinas pertanian tetap memfokuskan untuk memproduksi benih terutama di daerah Sindangbarang sebagai daerah sentra agar Cianjur tidak bergantung benih dari daerah lain.

Pada kesempatan yang berbeda, Direktur Perbenihan Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Edy Purnawan mengungkapkan, dengan adanya penyediaan benih secara insitu melalui kegiatan P3BK diharapkan dapat memenuhi kebutuhan benih yang lebih adaptif, tepat jumlah, tepat waktu, tepat mutu, harga terjangkau dan sesuai kebutuhan wilayahnya. Mengingat benih memiliki kandungan potensi genetik sehingga memegang posisi vital dalam memberikan hasil usaha pertanian, maka perlu mendapat perhatian khusus.

“Tahun 2021 kita alokasikan P3BK seluas 2.500 ha meliputi Jawa Timur, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Barat, dan NTB. Saat ini kita fokuskan pengembangan benih di luar Pulau Jawa. Harapan kita, benih kedelai merata di seluruh Indonesia dan berkembang untuk mengkontribusi produksi secara nasional untuk mengurangi impor,” ucap Edy.

“Untuk daerah – daerah yang terbatas benih kedelainya dapat melakukan Pemurnian Varietas pada standing crop tanaman kedelai. Hal ini mengacu pada Kepmentan No. 620/HK.140/2020 tentang Petunjuk Teknis Sertifikasi Benih Tanaman Pangan,” tambahnya.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Suwandi mengatakan dengan salah satu program untuk mendukung kegiatan Produksi Kedelai tahun 2021 adalah Pengembangan Petani Produsen Benih Kedelai (P3BK) guna menjamin penyediaan dan kebutuhan benih kedelai bersertifikat. Ini penting mengingat kebutuhan kedelai meningkat setiap tahunnya seiring dengan pertambahan jumlah penduduk dan berkembangnya industri pangan berbahan baku kedelai. Penyiapan bahan baku pangan yang segar perlu dilakukan dengan mengoptimalkan sumberdaya lokal. Hal itu dilakukan dengan mendorong petani menanam kedelai bersertifikat.

“Kami ingin dengan adanya kegiatan ini penyediaan benih kedelai dapat dilakukan secara insitu,” kata Suwandi.

Sesuai dengan arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo untuk selalu mengawal berjalannya segala sesuatu yang menunjang proses produksi pertanian terlebih di masa pandemi yang belum kunjung berakhir ini.