Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan
MONITOR, Jakarta – Upaya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuai apresiasi dari Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan. Menurut Luhut, berbagai langkah Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK terhadap sejumlah pejabat negara adalah langkah berani.
“Saya selalu mengapresiasi segala upaya yang dilakukan oleh KPK dalam upaya pencegahan korupsi, seperti OTT yang kerap kali dilakukan misalnya, saya melihat sebagai langkah yang berani,” kata Luhut mengapresiasi.
Akan tetapi, dikatakan dia, modal berani untuk menangkap koruptor tidaklah cukup. Luhut menyatakan KPK harus cerdik dan memiliki tolak ukur pemberantasan korupsi agar pelakunya jera.
“Namun saya sampaikan kepada mereka (KPK), bahwa berani saja tidak cukup, kita juga harus cerdik karena tolok ukur pemberantasan korupsi harus mampu menimbulkan efek jera kepada pelakunya,” terangnya.
Menurut Luhut, KPK hari ini harus lebih cerdik dan cerdas dengan terus beradaptasi dengan teknologi. Mengingat banyak bisnis yang dijalankan saat ini sudah menerapkan digitalisasi dan efisiensi dalam layanan dan tata laksananya seperti sistem logistik di pelabuhan di Batam yang menggunakan sistem “National Single Window”.
“Dengan adanya digitalisasi seperti ini akan membantu mengurangi peluang oknum pejabat untuk melakukan korupsi karena sistemnya yang transparan dan akuntabel,” tandasnya.
MONITOR, Bogor - PT Jasa Marga (Persero) Tbk melalui Jasamarga Metropolitan Tollroad (JMT) Regional Division memohon…
MONITOR, Jakarta - Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) setiap 2 Mei kembali menjadi momentum reflektif bagi…
MONITOR, Jakarta — Presiden Prabowo Subianto mengumumkan serangkaian kebijakan perlindungan pekerja dalam peringatan Hari Buruh Internasional…
MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani menekankan peningkatan perlindungan pekerja di peringatan Hari…
MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal menekankan pentingnya kebijakan yang melindungi…
Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal menyoroti sistem dan pengawasan yang lemah terhadap fasilitas…