Rabu, 1 Desember, 2021

Satgas Zeni TNI AD Mulai Bangun Jembatan Terdampak Banjir di NTB

MONITOR, Bima – Satu hari setelah mendarat di Bima, Satgas Zeni TNI AD dari Yonzikon 13/Karya Etmaka langsung bergerak cepat mengerjakan rekonstruksi jembatan di wilayah Bolo, Desa Rade, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), yang terputus akibat diterjang banjir bandang.

Seluruh personel Satgas Zeni TNI AD langsung mengerjakan pembangunan kembali jembatan sepanjang 30 meter dan lebar 5 meter dengan membuat pondasi untuk bentangan jembatan.

Danrem 162/WB, Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani, terjun langsung ke lokasi rekonstruksi jembatan untuk memberikan arahan kepada personel Satgas Zeni TNI AD yang dibantu Babinsa dan masyarakat Desa Bolo dan Desa Rade.

Rizal juga memerintahkan seluruh Babinsa di wilayah tersebut untuk membantu Satgas Zeni dalam proses pembangunan agar rekonstruksi jembatan dapat segera diselesaikan dan masyarakat di kedua desa tersebut dapat melintas.

- Advertisement -

“Ini bentuk respons dan kepedulian TNI AD untuk membantu masyarakat agar dapat beraktivitas kembali dan akses transportasi melalui jembatan ini dapat kembali normal,” ungkapnya dalam keterangan tertulis, Jakarta, Sabtu (10/4/2021).

Pada kesempatan tersebut, Rizal juga mengharapkan peran serta masyarakat di wilayah tersebut untuk turut berperan aktif supaya rekonstruksi jembatan dapat diselesaikan secepatnya.

“Harapan kami, personel TNI beserta masyarakat dapat bersinergi untuk saling mendukung terselesaikannya rekonstruksi jembatan ini secepatnya,” ujarnya.

Diperkirakan, rekonstruksi jembatan di Rade ini akan dapat digunakan dalam waktu dua minggu ke depan.

Satgas Zeni TNI AD dari Yonzikon 13/Karya Etmaka berjumlah 51 personel dipimpin Danyonzikon 13/KE, Letkol Czi Alid Setiawan, akan mengerjakan pembangunan jembatan itu siang dan malam.

“Kami akan mengerjakan pembangunan jembatan di tiga lokasi, pada tahap awal ini, kami fokuskan mengerjakan jembatan di Desa Rade,” kata Alid.

Alid mengungkapkan, personel Satgas Zeni TNI AD ini akan dibentuk dalam dua tim, yang akan mengerjakan rekonstruksi jembatan di wilayah Desa Campa.

“Selain di Desa Rade ini, tim akan kami kerahkan juga di Desa Campa agar proses pembangunan jembatan di beberapa lokasi dapat kami selesaikan secepatnya, agar masyarakat yang terdampak bencana dapat segera beraktivitas normal kembali,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, Camat Madapangga M. Saleh, menyampaikan terima kasih atas kepedulian dan respons cepat TNI AD dalam memberikan bantuan rekonstruksi jembatan yang merupakan akses satu-satunya bagi warga beberapa desa di kecamatannya.

“Kami sangat bersyukur bahwa hanya dalam hitungan hari sejak banjir bandang memutus jembatan ini, TNI Angkatan Darat bergerak cepat mengirimkan bantuan pembangunan kembali jembatan yang putus ini,” ujarnya.

Saleh mengatakan, warga akan membantu dan mendukung sepenuhnya upaya TNI AD untuk percepatan pembangunan kembali jembatan agar aktivitas perekonomian dapat kembali normal.

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

TERPOPULER