Apresiasi Peleburan Kemendikbud dan Kemenristek, Hasto: Nasib BRIN Makin Kuat

Anggota Dewan Pembina Megawati Institute, Hasto Kristiyanto, di acara dialog kebangsaan bertema ‘Pembudayaan Pancasila dan Peneguhan Kebangsaan Indonesia di Era Milenial’ yang diselenggarakan oleh UNJ, Jakarta, Selasa (10/11/2020). (Istimewa)

MONITOR, Jakarta – Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto, menyatakan pihaknya mengapresiasi keputusan DPR RI yang sepakat dengan usulan Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal peleburan Kemendikbud dan Kemenristek Dikti.

Menurut Hasto, hal itu membuktikan bahwa DPR RI memiliki semangat yang sama dengan Presiden Jokowi. Keputusan itu berarti kedua belah pihak sangat memahami betapa pentingnya Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), yang akan langsung berada di bawah presiden.

Hasto berpandangan, dengan peleburan kembali Kemendikbud dan Kemenristek Dikti, maka posisi BRIN akan semakin kuat, meski Peraturan Presiden Perpres Nomor 74 Tahun 2019 tentang BRIN belum diundangkan.

“Nasibnya BRIN makin kuat. BRIN di bawah Presiden. BRIN makin menjadi sebuah infrastruktur yang sangat penting bagi percepatan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi itu. Masa kita kalah sama Singapura, sama Korea Selatan yang kemerdekaannya tidak jauh berbeda dengan kita? Itu karena apa? Risetnya,” ungkapnya kepada wartawan di sela acara Gowes PDIP di Jakarta Pusat, Sabtu (10/4/2021).

“Bagi PDI Perjuangan, dalam kerangka ideologis, BRIN inilah yang akan menjadi penopang agar Indonesia berdikari,” ujar Hasto melanjutkan.

Hasto lalu bercerita, pada saat PDIP mencalonkan Jokowi sebagai Presiden, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri bukan bicara soal bagi-bagi jabatan politik. Namun justru menyampaikan pentingnya Indonesia memiliki Badan Riset dan Inovasi.

“Ibu Mega menegaskan perlu empat hal. Yaitu meneliti tentang ilmu pengetahuan teknologi berkaitan dengan manusianya, berkaitan floranya, berkaitan fauna dan berkaitan dengan perkembangan teknologi itu sendiri. Jadi Ibu Mega tidak bicara tentang transaksional,” katanya.

“Ibu Mega berbicara tentang kepentingan bangsa dan negara agar kita jalan berdikari perlu BRIN. Maka BRIN ini sangat penting di dalam membangun spirit kita, melalui penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi,” ungkap Hasto lagi.

Hasto menyatakan bahwa bagi PDIP, tidak ada bangsa yang maju tanpa proses penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Atas dasar itulah, menurut Hasto, BRIN memang perlu berada di bawah presiden langsung.

“Itulah makna secara politik ideologis di dalam membangun kedaulatan ekonomi kita,” ujarnya.

Lebih lanjut, ketika ditanya bagaimana nasib kekosongan jabatan dengan adanya peleburan dua kementerian itu, Hasto menegaskan semua pihak sebaiknya lebih berbicara tentang bangsa dan negara, bukan soal bagi-bagi jabatannya.

“Untuk bangsa dan negara jangan bicara jabatan kosong atau nambah. Bicara mana yang lebih mendorong bangsa ini memiliki sebuah tata pemerintahan yang memastikan jalan bagi masa depan,” katanya.